10 Lelaki Peminang Bidadari Abad 20 M By: Ustadz Hamzah

Lelaki-lelaki ini telah menyelesaikan Sejarah Hidupnya

pada mereka kita bercermin…

pada mereka kita mengambil pelajaran…..

 

1.Hasan Al Banna

Keranda Jenazahnya, diangkat oleh dua saudara wanitanya, dan seorang lelaki tua yaitu

Ayahnya

Karena rezim Thaghut, melarang semua orang mensholatkan Jenazahnya….

Inilah mengapa sejarah mencatat kisah kematian Lelaki Sholeh ini, dengan Tinta Emas.

Di Tembak, di biarkan terlantar di Rumah Sakit dengan darah mengucur deras, hingga

syahid menjemput.

Pagi harinya hari Minggu tanggal 12 Desember 1949 sampailah berita kematian kepada

orang tuanya Syaikh Ahmad Al Banna.Yang lebih menyedihkan rezimpun tidak

mengizinkan ummat Islam untuk merawat jenazahnya dan berta’ziyah ke rumah shohibul musibah.

Untuk menunjukkan keangkuhan serta kedengkiannya terhadap Hasan Al-Banna mereka

susun penjagaan militer secara ketat yang siap untuk bertempur dan tank-tank yang

seakan-akan menghadapi sebuah pertempuran yang dahsyat.

Tidak seorangpun diizinkan membawa jenazahnya menuju makam kecuali orang tuanya

beserta kedua saudari perempuannya.

bahkan Proses Pemakamannya pun, tak boleh ada seorang laki-laki pun yang mengengkat

jasadnya, selain Ayahnya, maka kerabat wanitanya lah yang membantu mengangkat

jenazah lelaki ini.

Tapi pada saat itu Langit Menyambut dengan Riang gembira

Ruh nya disambut penghuni langit, dan Alloh pun ridho, hingga estafet dakwahnya terus

menyebar di penjuru Bumi.

Lelaki ini adalah Hasan Al Banna, rebutan para Bidadari..

2. Muhammad Toha

Jika ada aksi Bom Jihad Pertama, maka lelaki ini adalah Pelopornya.

Lelaki santun, bertutur kata halus dengan logat sunda priangan.

Lelaki ini bersama Laskar Hizbullah, berusaha kembali merebut Kota Bandung.

Usaha merebut kembali kota Bandung harus melalui benteng pertahanan Belanda di

Dayeuhkolot. Tanggal 10 Juli 1946 sore hari dengan hanya 11 prajurit (dari pasukan BRI

dan Hizbullah) mulai dilancarkan aksi penyerangan ke pertahanan Belanda tersebut,

dengan sasaran utama sebuah gedung mesiu.

Tengah malam terjadi kecelakaan di dekat gudang mesiu tersebut.Pasukan terperangkap

ranjau hingga menyebabkan semuanya luka-luka dan gugurnya Mohamad Ramdan.

Mohamad Toha yang juga ikut terluka tetap meneruskan operasi dan kesembilan lainnya

kembali ke pengungsian di Ciparay.Sendirian Mohamad Toha memasuki gudang mesiu di

Dayeuhkolot tersebut.

Komandan Rivai yang mendengar laporan bahwa Mohamad Toha tetap bertahan di sekitar

gudang mesiu, meski dalam keadaan terluka, memerintahkan agar Komandan Seksi S.

Abbas mengadakan serangan pengacauan ke kubu Belanda dari jurusan lain, untuk

mengalihkan perhatian musuh dan melapangkan jalan bagi Toha untuk menghancurkan

gudang mesiu.

Tanggal 11 Juli 1946, sekitar pukul 12.30, terdengar ledakan dahsyat yang mengejutkan

seluruh warga kota, bahkan terdengar hingga 100 km dari pusat ledakan. Anggota pasukan

yang kembali ke markas pun menundukkan kepala tanda hormat atas kepahlawanan

Mohamad Toha

Pada Hari itu Juga, Langit Memeluk Ruh lelaki sholeh ini dengan suka cita, dan bidadari pun

tak sabar menunggu hari semua di bangkitkan.

Menjadi Pendamping Lelaki Sholeh ini adalah idaman Bidadari Surga….

 

3.Sayyid Quthb

Jika ada Ideolog Ikhwanul Muslimin, maka lelaki ini adalah orangnya.

dulu sebelum bergabung, tulisan-tulisan lelaki ini banyak menyita perhatian publik.

Maka berkatalah Hasan Al Banna, bahwa kelak lelaki ini akan bergabung dengan barisan

jamaah ini

Hingga Peristiwa Syahidnya Hasan Al Banna, menggerakkan jiwa lelaki ini untuk

bergabung, walau diantara mereka berdua belum pernah bertemu.

Pena adalah pedangnya

lewat penalah dia bicara, hingga Rezim Thaghut murka

Berkali-kali masuk penjara, karena tulisan-tulisannya

puncaknya ketika buku Maalim Fi At-Thariq (Petunjuk Jalan), terbit. maka Tiang

Gantungan lah tempat dia menghembuskan nafas terakhirnya.

Sesaat sebelum nafasnya lepas dari jasad

ketika Algojo yang akan menggantungnya memerintahkannya untuk mengucapkan kalimat

syahadat.

Tapi jawab lelaki ini menggetarkan nurani

“Aku berdiri disini, di tiang gantungan ini, justru karena meninggikan kalimat Syahadat”

Maka lepaslah Ruh itu yang disambut keridhoan RabbNya,.

Sayyid Quthb syahid di gantung Gamal Abdel Nasser, kawan satu halaqohnya dulu, yang

menjadi penghianat dakwah.

 

4. Abdullah Azzam

24 Nopember 1989, semua orang yang berada disekitar jasad lelaki ini bersaksi, bahwa

mereka mencium bauh yang teramat harum dari jasad lelaki mulia ini.

24 November 1989 pukul 12.30 siang.Musuh-musuh Allah meletakkan tiga bom di jalan

yang sempit dimana hanya bisa dilewati satu mobil saja.Jalan tersebut adalah jalan yang

biasa dilalui oleh Sheikh Abdullah Azzam untuk menunaikan shalat Jumat.

Pada hari Jumat itu, Sheikh Azzam bersama dengan dua anaknya, Ibrahim dan Muhammad,

serta salah seorang anak Syuhada Sheikh Tamim Adnani (salah seorang Pahlawan Jihad

Afghanistan lainnya), melalui jalan tersebut.

Mobil pun berhenti di mana bom yang pertama berada, dan Sheikh Azzam turun untuk

meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki.Musuh-musuh yang sudah menanti segera

memicu bom yang telah mereka persiapkan tersebut.

Bunyi ledakan dahsyat mengguncang hebat terdengar di seluruh penjuru kota.

Orang-orang berhamburan keluar dari Masjid, dan menyaksikan pemandangan yang

mengerikan.Hanya sedikit saja yang tersisa dari kendaraan yang hancur lebur.

Tubuh anaknya yang kecil, Ibrahim, terlempar ke udara sejauh 100 meter, demikian pula

dengan kedua anak lainnya, beterbangan pada jarak yang hampir sama. Potongan-

potongan tubuh mereka tersebar di pohon-pohon dan kawat-kawat listrik.

Sementara tubuh Syahid Sheikh Abdullah Azzam tersandar di dinding, tetap utuh dan tidak

cacat sama sekali, kecuali sedikit darah terlihat mengalir dari mulut Beliau.

Maka ketika banyak orang menyampaikan pernyataan bela sungkawa kepada Istri beliau.

maka jawaban istri beliau membuatku menangis, sungguh membuatku menangis…..

“Jika ingin menyampaikan Bela sungkawa bukan disini tempatnya, tapi jika ingin

menyampaikan ucapan selamat berbahagia, aku terima dengan senang hati..

sesungguhnya suamiku saat ini, sedang bersenang-senang dengan BIDADARI SURGA…”

5. Muhammad Natsir

Beliaulah yang menyelamatkan ruh kebangkitan itu, didada para pemuda negeri ini.

Ketika Rezim Orde Baru menghalangi gerak langkah dakwahnya.

Maka beliau mengirimkan putra-putra terbaik negeri ini

ke luar negeri, menimbah dari mata airnya ilmu

dan menterjemahkan semua buku-buku Islam Pergerakkan.

darinya lah dakwah, bersemi di berbagai kampus di Indonesia.

walau menghembuskan nafas bukan di medan tempur, tapi kematiaannya adalah dalam

keadaan terbaik

ketika semua tugas sejarah telah diselesaikannya

maka Alloh pun Ridho menutup kisah Lelaki Sholeh ini.

6. Yahya Ayyasy

Yahya Ayyash, ia telah hafal al-Quran sejak usia 6 tahun. Menakjubkan.Orang ini tak banyak

bicara.Lebih banyak diam.

Namun memiliki embrio kecerdasan tingkat tinggi.Kepalanya siap menerima frekuensi

ilmu berapapun.

Dialah lelaki yang dijuluki seribu wajah. Karna lelaki ini bisa menyamar menjadi apapun,

bisa menyelinap batasan apapun lalu menitipkan sebuah bom dan dalam hitungan detik

akan merenggut nyawa musuh-musuh Alloh.

tanggal 5 Januari 1996 M, jatuh pada hari Jumat. Hari itu memang beda dengan hari Jumat

lainnya, ketika televisi Zionis di seantero Israel mengumumkan Yahya Ayyasy sudah

terbunuh ditangan tentara Israel dalam sebuah operasi penangkapan atas dirinya. Seluruh

tanah Palestina seakan bergetar, terlebih ketika berita itu menyebar ke setiap telinga para

pecinta jihad.

Getaran syahidnya Sang Muhandis telah membuat seluruh rakyat Palestina bersimpuh

lumpuh dan diselimuti rasa sedih yang tiada tara. Antara perasaan ragu dan tidak percaya,

berkecamuk menjadi satu tanpa bisa dihalau. Kesedihan itupun menjadi kenyataan, ketika

akhirnya Hamas  tempat Yahya Ayyasy bernaung  mengungumkan secara resmi

kesyahidan Sang Mujahid, Muhandis Yahya Abdul Lathif Syati Ayyasy pergi untuk

selamanya, menyusul meramaikan barisan syhada Palestina.

Setelah malang melintang di jalan jihad, akhirnya Yahya Ayyasy mendapatkan apa yang ia

cita-citakan, syahadah (mati syahid). Nampaknya telah tiba saatnya bagi Sang Mujahid

menghadap Rabbnya.

Pada Jumat pagi tanggal 5 Januari 1996, tangan-tangan kotor Zionis Israel merenggut

nyawa sang mujahid. Setelah mereka menggunakan berbagai cara dan strategi tingkat

tinggi, serta menggunakan teknologi canggih yang belum pernah digunakan oleh intelijen

negara manapun. Yahya Ayyasy akhirnya gugur syahid setelah telepon genggam, milik

salah satu temannya, yang ia gunakan ternyata sudah dipasang peledak oleh intelijen

Israel, yang bekerja sama dengan aparat keamanan Otoritas Palestina.

Seluruh isi Palestina menangis, deraian air membanjiri jalan-jalan Jalur Gaza. Seluruh

seluruh penduduk Gaza, Nablus, Tulkarm dan Hebron bingung dibuatnya. Jumat malam

kelabu pun berlalu dengan sangat berat untuk dilewati oleh gunung-gunung, bukit-bukit

dan seluruh manusia yang cinta akan jihad dan perjuangan. Dan ketika ombak-ombak

berhenti berdesir menunggu kedatangan Sang Mujahid, tiba-tiba segerombolan orang

berlomba berlari menuju rumah Sang Muhandis dibesarkan. Mereka memeluk penuh

rindu, seraya bersumpah akan melakukan aksi balasan atas kebiadaban yang dipentaskan

tentara Zionis Israel.

Mereka begitu yakin dengan doa ibunda Sang Muhandis, yang selalu mengatakan dalam

dukanya, Rabbi wa Qolbi Rodhiina Alaik: hatiku dan Tuhanku, telah rela melepaskan

kepergianmua.

Sekiranya mereka boleh meminta dan mendapat kesempatan, pastilah setiap orang yang

bertaziah pada waktu itu ingin sekali menjadi orang yang menguburkan jenazah Sang

Mujahid.Atau minimal mendapat kesempatan untuk menyaksikan wajah Sang Mujahid.

Atau sekedar meraba telapak tangannya supaya bisa belajar bagaimana cara memukul

musuh yang baik, serta bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan ini.

Saat itu, setiap orang mendadak menjadi jelmaan Yahya Ayyasy, dan Yahya Ayyasy sudah

menjelma dalam jasad setiap orang yang datang melayatnya.Keagungan syahadahnya (mati

syahid) telah membuat rakyat Palestina tidak rela hanya menjadikannya sebagai warga

kampung Rafat saja, atau hanya menjadi anak Hamas semata. Karena kehidupan dan

seluruh aktifitasnya, ia korbankan untuk seluruh tanah dan bangsa Palestina.

Maka kesyahidannya pun harus menjadi milik seluruh rakyat Palestina. Dengan kesyahidan

Sang Muhandis, rakyat Palestina diberi secercah cahaya harapan dan cita. Ia bagaikan

halilintar yang ketika berhenti menggelegar, bukanlah pertanda berakhirnya hujan namun

sebaliknya, hujan lebat nan deras baru dimulai.

Begitulah Yahya Ayyasy, kesyahidan bukanlah akhir perjuangannya. Namun sebaliknya,

kehidupan jihad di Palestina telah lahir kembali dengan semangat dan ruh baru.

Kembali langit menyambut ruh suci ini…

7. Dzokhar Dudayev

Para ibu akan merasa merugi jika tidak mengeluarkan anak seperti Dzokhar Dudayev dari

rahimnya…

Beliau adalah Pemimpin Kemerdekaan dan Presiden Checnya Pertama, Yang syahid

dibunuh Penjajah Rusia.

Nafas-nafas perjuangannya terus bergerak hingga saat ini, hingga Chencnya benar-benar

merdeka

satu lagi, lelaki sholeh disambut langit dengan Cerianya

8. Buya Hamka

Puisi Hamka Kepada Muhammad Natsir

KEPADA SAUDARAKU M. NATSIR

Meskipun bersilang keris di leher

Berkilat pedang di hadapan matamu

Namun yang benar kau sebut juga benar

Cita Muhammad biarlah lahir

Bongkar apinya sampai bertemu

Hidangkan di atas persada nusa

Jibril berdiri sebelah kananmu

Mikail berdiri sebelah kiri

Lindungan Ilahi memberimu tenaga

Suka dan duka kita hadapi

Suaramu wahai Natsir, suara kaum-mu

Kemana lagi, Natsir kemana kita lagi

Ini berjuta kawan sepaham

Hidup dan mati bersama-sama

Untuk menuntut Ridha Ilahi

Dan aku pun masukkan

Dalam daftarmu!

Inilah goresan pena, dua teman seperjuangan

Buya Hamka adalah Sosok Ulama yang hilang di negeri ini

Kematiannya ditangisi Jutaan Umat Islam, tak hanya di Indonesia, tapi juga negara

tentangga

Buya Hamka adalah tempat kita berkaca

Benar itu benar

salah itu salah

Kematiannya disambut langit dengan riang gembira

9. Sayyid Sabiq

Fiqh Sunnah adalah karya Monumentalnya

Syaikh Sayyid mengambil metode yang membuang jauh-jauh fanatisme madzhab tetapi

tidak menjelek-jelekkannya. Ia berpegang kepada dalil-dalil dari Kitabullah, as-Sunnah dan

Ijma, mempermudah gaya bahasa tulisannya untuk pembaca, menghindari istilah-istilah

yang runyam, tidak memperlebar dalam mengemukakan talil (alasan-alasan hukum), lebih

cenderung untuk memudahkan dan mempraktiskannya demi kepentingan umat agar

mereka cinta agama dan menerimanya. Beliau juga antusias untuk menjelaskan hikmah

dari pembebanan syariat (taklif) dengan meneladani al-Quran dalam memberikan alasan

hukum.

Juz pertama dari kitab beliau yang terkenal Fiqih Sunnah diterbitkan pada tahun 40-an di

abad 20. Ia merupakan sebuah risalah dalam ukuran kecil dan hanya memuat fiqih

thaharah. Pada mukaddimahnya diberi sambutan oleh Syaikh Imam Hasan al-Banna yang

memuji manhaj (metode) Sayyid Sabiq dalam penulisan, cara penyajian yang bagus dan

ada hari Jumat itu, Sheikh Azzam bersama dengan dua anaknya, Ibrahim dan Muhammad,

serta salah seorang anak Syuhada Sheikh Tamim Adnani (salah seorang Pahlawan Jihad

Afghanistan lainnya), melalui jalan tersebut.

Mobil pun berhenti di mana bom yang pertama berada, dan Sheikh Azzam turun untuk

meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki.Musuh-musuh yang sudah menanti segera

memicu bom yang telah mereka persiapkan tersebut.

Bunyi ledakan dahsyat mengguncang hebat terdengar di seluruh penjuru kota.

Orang-orang berhamburan keluar dari Masjid, dan menyaksikan pemandangan yang

mengerikan.Hanya sedikit saja yang tersisa dari kendaraan yang hancur lebur.

Tubuh anaknya yang kecil, Ibrahim, terlempar ke udara sejauh 100 meter, demikian pula

dengan kedua anak lainnya, beterbangan pada jarak yang hampir sama. Potongan-

potongan tubuh mereka tersebar di pohon-pohon dan kawat-kawat listrik.

Sementara tubuh Syahid Sheikh Abdullah Azzam tersandar di dinding, tetap utuh dan tidak

cacat sama sekali, kecuali sedikit darah terlihat mengalir dari mulut Beliau.

Maka ketika banyak orang menyampaikan pernyataan bela sungkawa kepada Istri beliau.

maka jawaban istri beliau membuatku menangis, sungguh membuatku menangis…..

“Jika ingin menyampaikan Bela sungkawa bukan disini tempatnya, tapi jika ingin

menyampaikan ucapan selamat berbahagia, aku terima dengan senang hati..

sesungguhnya suamiku saat ini, sedang bersenang-senang dengan BIDADARI SURGA…”

5. Muhammad Natsir

Beliaulah yang menyelamatkan ruh kebangkitan itu, didada para pemuda negeri ini.

Ketika Rezim Orde Baru menghalangi gerak langkah dakwahnya.

Maka beliau mengirimkan putra-putra terbaik negeri ini

ke luar negeri, menimbah dari mata airnya ilmu

dan menterjemahkan semua buku-buku Islam Pergerakkan.

darinya lah dakwah, bersemi di berbagai kampus di Indonesia.

walau menghembuskan nafas bukan di medan tempur, tapi kematiaannya adalah dalam

keadaan terbaik

ketika semua tugas sejarah telah diselesaikannya

maka Alloh pun Ridho menutup kisah Lelaki Sholeh ini.

6. Yahya Ayyasy

Yahya Ayyash, ia telah hafal al-Quran sejak usia 6 tahun. Menakjubkan.Orang ini tak banyak

bicara.Lebih banyak diam.

Namun memiliki embrio kecerdasan tingkat tinggi.Kepalanya siap menerima frekuensi

ilmu berapapun.

Dialah lelaki yang dijuluki seribu wajah. Karna lelaki ini bisa menyamar menjadi apapun,

bisa menyelinap batasan apapun lalu menitipkan sebuah bom dan dalam hitungan detik

akan merenggut nyawa musuh-musuh Alloh.

tanggal 5 Januari 1996 M, jatuh pada hari Jumat. Hari itu memang beda dengan hari Jumat

lainnya, ketika televisi Zionis di seantero Israel mengumumkan Yahya Ayyasy sudah

terbunuh ditangan tentara Israel dalam sebuah operasi penangkapan atas dirinya. Seluruh

tanah Palestina seakan bergetar, terlebih ketika berita itu menyebar ke setiap telinga para

pecinta jihad.

Getaran syahidnya Sang Muhandis telah membuat seluruh rakyat Palestina bersimpuh

lumpuh dan diselimuti rasa sedih yang tiada tara. Antara perasaan ragu dan tidak percaya,

berkecamuk menjadi satu tanpa bisa dihalau. Kesedihan itupun menjadi kenyataan, ketika

akhirnya Hamas  tempat Yahya Ayyasy bernaung  mengungumkan secara resmi

kesyahidan Sang Mujahid, Muhandis Yahya Abdul Lathif Syati Ayyasy pergi untuk

selamanya, menyusul meramaikan barisan syhada Palestina.

Setelah malang melintang di jalan jihad, akhirnya Yahya Ayyasy mendapatkan apa yang ia

cita-citakan, syahadah (mati syahid). Nampaknya telah tiba saatnya bagi Sang Mujahid

menghadap Rabbnya.

Pada Jumat pagi tanggal 5 Januari 1996, tangan-tangan kotor Zionis Israel merenggut

nyawa sang mujahid. Setelah mereka menggunakan berbagai cara dan strategi tingkat

tinggi, serta menggunakan teknologi canggih yang belum pernah digunakan oleh intelijen

negara manapun. Yahya Ayyasy akhirnya gugur syahid setelah telepon genggam, milik

salah satu temannya, yang ia gunakan ternyata sudah dipasang peledak oleh intelijen

Israel, yang bekerja sama dengan aparat keamanan Otoritas Palestina.

Seluruh isi Palestina menangis, deraian air membanjiri jalan-jalan Jalur Gaza. Seluruh

seluruh penduduk Gaza, Nablus, Tulkarm dan Hebron bingung dibuatnya. Jumat malam

kelabu pun berlalu dengan sangat berat untuk dilewati oleh gunung-gunung, bukit-bukit

dan seluruh manusia yang cinta akan jihad dan perjuangan. Dan ketika ombak-ombak

berhenti berdesir menunggu kedatangan Sang Mujahid, tiba-tiba segerombolan orang

berlomba berlari menuju rumah Sang Muhandis dibesarkan. Mereka memeluk penuh

rindu, seraya bersumpah akan melakukan aksi balasan atas kebiadaban yang dipentaskan

tentara Zionis Israel.

Mereka begitu yakin dengan doa ibunda Sang Muhandis, yang selalu mengatakan dalam

dukanya, Rabbi wa Qolbi Rodhiina Alaik: hatiku dan Tuhanku, telah rela melepaskan

kepergianmua.

Sekiranya mereka boleh meminta dan mendapat kesempatan, pastilah setiap orang yang

bertaziah pada waktu itu ingin sekali menjadi orang yang menguburkan jenazah Sang

Mujahid.Atau minimal mendapat kesempatan untuk menyaksikan wajah Sang Mujahid.

Atau sekedar meraba telapak tangannya supaya bisa belajar bagaimana cara memukul

musuh yang baik, serta bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan ini.

Saat itu, setiap orang mendadak menjadi jelmaan Yahya Ayyasy, dan Yahya Ayyasy sudah

menjelma dalam jasad setiap orang yang datang melayatnya.Keagungan syahadahnya (mati

syahid) telah membuat rakyat Palestina tidak rela hanya menjadikannya sebagai warga

kampung Rafat saja, atau hanya menjadi anak Hamas semata. Karena kehidupan dan

seluruh aktifitasnya, ia korbankan untuk seluruh tanah dan bangsa Palestina.

Maka kesyahidannya pun harus menjadi milik seluruh rakyat Palestina. Dengan kesyahidan

Sang Muhandis, rakyat Palestina diberi secercah cahaya harapan dan cita. Ia bagaikan

halilintar yang ketika berhenti menggelegar, bukanlah pertanda berakhirnya hujan namun

sebaliknya, hujan lebat nan deras baru dimulai.

Begitulah Yahya Ayyasy, kesyahidan bukanlah akhir perjuangannya. Namun sebaliknya,

kehidupan jihad di Palestina telah lahir kembali dengan semangat dan ruh baru.

Kembali langit menyambut ruh suci ini…

 

7. Dzokhar Dudayev

Para ibu akan merasa merugi jika tidak mengeluarkan anak seperti Dzokhar Dudayev dari

rahimnya…

Beliau adalah Pemimpin Kemerdekaan dan Presiden Checnya Pertama, Yang syahid

dibunuh Penjajah Rusia.

Nafas-nafas perjuangannya terus bergerak hingga saat ini, hingga Chencnya benar-benar

merdeka

satu lagi, lelaki sholeh disambut langit dengan Cerianya

 

8. Buya Hamka

Puisi Hamka Kepada Muhammad Natsir

KEPADA SAUDARAKU M. NATSIR

Meskipun bersilang keris di leher

Berkilat pedang di hadapan matamu

Namun yang benar kau sebut juga benar

Cita Muhammad biarlah lahir

Bongkar apinya sampai bertemu

Hidangkan di atas persada nusa

Jibril berdiri sebelah kananmu

Mikail berdiri sebelah kiri

Lindungan Ilahi memberimu tenaga

Suka dan duka kita hadapi

Suaramu wahai Natsir, suara kaum-mu

Kemana lagi, Natsir kemana kita lagi

Ini berjuta kawan sepaham

Hidup dan mati bersama-sama

Untuk menuntut Ridha Ilahi

Dan aku pun masukkan

Dalam daftarmu

Inilah goresan pena, dua teman seperjuangan

Buya Hamka adalah Sosok Ulama yang hilang di negeri ini

Kematiannya ditangisi Jutaan Umat Islam, tak hanya di Indonesia, tapi juga negara

tentangga

Buya Hamka adalah tempat kita berkaca

Benar itu benar

salah itu salah

Kematiannya disambut langit dengan riang gembira

 

 

9. Sayyid Sabiq

Fiqh Sunnah adalah karya Monumentalnya

Syaikh Sayyid mengambil metode yang membuang jauh-jauh fanatisme madzhab tetapi

tidak menjelek-jelekkannya. Ia berpegang kepada dalil-dalil dari Kitabullah, as-Sunnah dan

Ijma’, mempermudah gaya bahasa tulisannya untuk pembaca, menghindari istilah-istilah

yang runyam, tidak memperlebar dalam mengemukakan ta’lil (alasan-alasan hukum), lebih

cenderung untuk memudahkan dan mempraktiskannya demi kepentingan umat agar

mereka cinta agama dan menerimanya. Beliau juga antusias untuk menjelaskan hikmah

dari pembebanan syari’at (taklif) dengan meneladani al-Qur’an dalam memberikan alasan

hukum.

Juz pertama dari kitab beliau yang terkenal Fiqih Sunnah, diterbitkan pada tahun 40-an di

abad 20. Ia merupakan sebuah risalah dalam ukuran kecil dan hanya memuat fiqih

thaharah. Pada mukaddimahnya diberi sambutan oleh Syaikh Imam Hasan al-Banna yang

memuji manhaj (metode) Sayyid Sabiq dalam penulisan, cara penyajian yang bagus dan upayanya agar orang mencintai bukunya.

Setelah itu, Sayyid Sabiq terus menulis dan dalam waktu tertentu mengeluarkan juz yang

sama ukurannya dengan yang pertama sebagai kelanjutan dari buku sebelumnya hingga

akhirnya berhasil diterbitkan 14 juz. Kemudian dijilid menjadi 3 juz besar. Belaiu terus

mengarang bukunya itu hingga mencapai selama 20 tahun seperti yang dituturkan salah

seorang muridnya, Syaikh Yusuf al-Qardhawi

Banyak ulama yang memuji buku karangan beliau ini yang dinilai telah memenuhi hajat

perpustakaan Islam akan fiqih sunnah yang dikaitkan dengan madzhab fiqih. Karena itu,

mayoritas kalangan intelektual yang belum memiliki komitmen pada madzhab tertentu

atau fanatik terhadapnya begitu antusias untuk membacanya.Jadilah bukunya tersebut

sebagai sumber yang memudahkan mereka untuk merujuknya setiap mengalami

kebuntuan dalam beberapa permasalahan fiqih.

Kematiaanya adalah kehilangan besar bagi umat

tapi langit tetap mempunyai caranya sendiri menyambut dengan gembira

Lelaki sholeh ini….

10. SUTOMO

Kita Mengenalnya dengan nama BUNG TOMO

Pekikkan Takbir Pada Jihad 10 November 1945 di Surabaya, menggentarkan dunia

Satu Jenderal sekutupun tewas pada perang ini.

Lelaki inilah yang memompakan semangat kedada pejuang Kemerdekaan dengan Kalimat

Takbir

dan Keutamaan Syahid…

Maka ketika langit Mekkah Memeluk ruhnya

walau ada duka di bumi

tapi langit ceria menyambut lelaki sholeh ini….

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: