Kepahlawanan = M x P

Yoyakarta. Kawan, kisah ini berawal di salah satu Kota Kesayangannku, Yakni Surabaya!! Kisah ini berawal dari Seorang Direktur dengan Staffnya yang melakukan perjalanan dinas dari Surabaya ke Banyuwangi dengan Kereta Api. Laiknya seorang Profesional muda, pakaian si direktur sangat necis, dengan dasi yang serasi dengan  kemejanya. Sang staffpun setali 3 uang, sama penampilannya dengan Bosnya. Di dalam kereta kelas Bisnis itu ternyata penataan kursi masih jadul ( Yo opo ki pak Freddy), laiknya kelas ekonomi yang penumpangnya saling beradapan-hadapan. Begitu beruntungnya ternyata sang direktur dan staffnya yang memang belum tertarbiyah ini, mendapatkan jatah duduk berhadapan dengan wanita yang cantik dengan neneknya yang sudah Jompo. Kereta bergerak dari Stasiun Gubeng dengan lancar, lambat laun menjauh dari Kota Surabaya. Bersamaan berjalannya kereta, sang direktur juga memulai membuka percakapan dengan kawan seperjalanannya itu, dengan gadis cantik dan neneknya yang sudah jompo tadi.  Selepas Kota Jember dan memasuki Wil. Kab terpanjang di Jawa Timur ( Banyuwangi, Red) Kereta Api harus melewati Terowongan. Berbeda seperti biasanya ternyata Lampu terowongan ketika itu mati semua. Gelap gulitapun membersamai perjalanan 4 orang tadi. Hanya terdengar suara lokomotif dan roda kereta yang mulai menua. Tadi tiba-tiba terdegar seorang yang mencium diikuti tamparan keras.

Selepas KA keluar dari terowongan 4 orang tadi punya analisa batin tersendiri mengenai suara ciuman dan tamparan tadi.

  • Si Wanita Cantik tersanjung karena di cium oleh seorang diektur muda yang perlente, tapi ternyata neneknya tidak terima sehingga sang nenek menamparnya.
  • Sang Bos, Direktur muda tadi juga menganalisa Sang Gadis Cantik sebenarnya ingin menciumnya tetapi salah cium karena yang di cium adalah stafnya dan neneknya ternyata tidak terima jadi dia di tampar neneknya.
  • Sang nenek menganalisi bahwa Sang Direktur sangat Kurang Ajar dengan mencium cucunya. Tapi Dia bangga, Cucunya ternyata dengan cekatan langsung menghadiahinya tamparan yang keras.
  • Tapi tahukah kawan, sebenarnya yang paling tahu kronologis kejadian itu hanyalah Stafnya. Karena dengan waktu yang sangat terbatas ternyata si Satff berhasil Mencium Gadis Cantik dan dengan Cekatan juga langsung Menampar Muka si BOS!!!!

Kawan, inilah kesempatan. Jarang sekali orang mendapat kesempatan. Kalo anis mata bilang, inilah Momentum. Kesempatan atau momentum itu sangat jarang menghinggapi seseorang. Jarang, sangat jarang!!! Karena memang itulah tabiat peluang, kesempatan  dan Momentum, datangnya tiba-tiba dan tidak. Tapi terkadang sebagian orang ketika di hinggapi “kesempatan atau momentum” itu malah tidak siap. Oleh karena itu kesempatan, peluan dan momentum itu akhirnya menguap!! Sang staff tadi adalah orang mampu memanfaatkan kesempatan yang ada. Dan tentu saja ketika kesempatan itu menghinggapi dia sudah sangat siap menyambutnya, maka…. Jadilah dia menjadi pemenang!!!!

Kawan, Ada 3 jenis manusia : Orang BODOH – Melihat kesempatan lalu mengabaikannya. Orang PINTAR – Ada kesempatan diambil dan dikerjakan. Orang BIJAK – Mencari dan mengambil kesempatan ketika orang lain belum melihatnya.

Oleh karena itu kepahlawanan adalah bertemunya Momentum dengan Persiapan ( Kepahlawanan = M X P ). Orang besar dan menyejarah yang pernah hidup di muka bumi ini selalu menganut prinsip ini. bagaimana Orang paling berpengaruh di dunia menurut Orientalis M. C. Hart, Nabi Muhammad SAW, juga harus mempersiapkan diri atau dipersiapkan dirinya oleh Alloh dan ketika telah matang, Muhammad pun menerima Kerasulannya. Serupa tapi tidak sama Panglima Besar Islam, Syaifulloh, Pedang Yang selalu terhunus, Mantan Panglima Kafir Quraisy yang mengacak-acak pasukan muslim kala perang Uhud, Kholid Bin Walid, pernah bertutur, “Seluruh lembah, gunung, dan gurun yang pernah kulewati, pasti akan selalu kuingat, sekaligus kubayangkan segenap strategi yang akan kugunakan, jika suatu saat aku berperang di tempat itu.”. Kawan, yang di ceritakan Kholid ibn Walid itu bumi Yarmuk, tempat dimana kepahlawanannya sebagai panglima perang Fenominal islam berkibar. Persiapan yang dilakukan Kholid Ibn Walid tadi menjadi nyata, dan menjadi titik tertinggi kepahlwanannya ketika Momentum itu di  Berikan Alloh. Tepat ketika Perang Yarmuk, Kholid Yang di utus menjad Panglimanya. Dan dengan srtategi Kardus yang sudah dipikirkannya jauh sebelum perang terjadi dan pengenalan medan yang sdah lama di kenalnya akhirnya pasukan Muslim Di bawah kepemimpinannya berhasil memukul mundur pasukan Romawi. Luar Biasa…. Itulah hebatnya, bertemunya Momentum dengan Persiapan. Maka bersiapsiagalah kawan. Sambut kepahlawananmu dan bersiaplah ketika suatu saat Momentum itu menyapamu!!!!

Bagi yang belum menikah BERSIAP SIAGALAH Siapa tahu momentum itu segera datang…..

( Momentum : ada tawaran proposal heem )

Bagi yang skripsi, ayo bersiap-siaplah siapa tahu momentum kelulusanmu.

Bagi yang calon ibu, bersiapsiagalah siapatahu Momentum itu segera hadir.

Bagi pelamar CPNS Ayo persiapkan dirimu… siap tahu Momentum itu datang tahun ini.

 

Wahadi.rantisi@gmail.com

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: