Hati Hati dengan Hatimu ada VMJ di Sekitarmu!!

Kita tentu sudah sangat paham dan sangat mafhum bagaimana tindak kejahatan di Indonesia, negri kita ini. Bagaimana Bunga (16 thn) bukan nama sebenarnya, di perkosa oleh 6 pemuda secara bergantian, atau Sari (14 thn), juga bukan nama sebenanya yang di renggut mahkota keperawanannya oleh ayahnya sendiri atau yang terbaru Babeh yang menyodomi  lima anak di bawah 12 tahun dan membunuh  8 anak korbannya dan 7 diantara dengan di mutilasi. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Dalam logika kemanusiaan sekalipun bagaimana membenarkan logika ayah tega memperkosa anak kandungnya sendiri, darah dagingnya. Bagaimana logika manusia mampu mencerna seorang yang sudah 70 tahunan menyodomi anak-anak bahkan memutilasinya dan mengulanginya berulang kali.

Rosulullah mengatakan “di tubuh ini ada segumpal daging, jika baik segumpal daging itu maka baik seluruh tubuh, jika buruk segumpal daging itu maka buruk pula seluruh tubuh dan segumpal daging itu adalah Hati”. Para penjahat juga manusia seperti kita mereka bukan jin atau iblis mereka manusia yang punya hati, sebuah peangkat yang diberikan Alloh untuk menimbang sesuatu yang benar dan salah, untuk memutuskan sebuah tindakan yang akan di ambil, inilah alat terakhir yang menyaring setiap niat yang nantinya akan diteruskan ke otak dan organ tubuh untuk di wujudkan dalam sebuah tindakan. Apakah hati mereka sudah tertutup noda pekat sehingga tidak mampu lagi membendung niatan busuk seperti itu, ataukah hati mereka sudah mati, sudah mengeras batu. Tapi ketika mereka sudah di bui, di mintai pertanggungjawabannya di kantor polisi, mereka juga menangis, mereka juga menyesal, mereka juga meminta maaf dengan sangat. Jadi hati mereka belum membatu. Disisi lain, disisi terang bumi, di dunia pencerahan ummat, ternyata penyakit hati juga menyerang secara bertubi-tubi para dai dan penyeru dien ini. Para aktivis dakwah  khususnya aktivis dakwah kampus sangat rentan dengan penyakit hati ini. Virus Merah Hati ( VMJ ) begitu mudah meluruhkan kekuatan dan barrier iman mereka. Seringnya berjumpa, seringnya bersyuro’ ria, seringnya bekerja di lapangan dalam sebuah kepanitiaan, atau bertemunya mereka di lingkar diskusi kelompok tugas kuliah dll membuat mereka tidak mampu menahan nafsu dan syahwat mereka. Dari seringnya bertemu pandang, lalu dilanjutkan dengan SMS mesra yang di balut dengan taujih, telpon-telponan walau buka hal yang syar’I dan berlama-lama, akhirnya mereka pun terjebak dalam pacaran terselubung yang membungkusnya dengan pacaran islami katanya. Ini Salah, Ini sebuah kekeliruan, tidak ada dalam kamus dien ini pacaran Islami, ini bentuk pembenaran syari’at oleh para pendosa agama. VMJ itu menyerang melalui indra mata, maka Alloh menyuruh kita menjaga pandangan, Ghodul Bashor ( tundukkan pandanganmu) pada lawan jenismu!! Ini adalah APD (Alat pelindung diri) bagi Dai. Dan bagi teman-teman yang terlanjur terseret jauh oleh VMJ ini, sadari ini adalah perbuatan salah, ini di benci Alloh. Sangat berat meninggalkan kenikmatan berhubungan dengan si akhi atau si ukhti, tapi ketahuilah ini adalah sesuatu yang jauh pintu keberkahan Allah, sesuatu yang tada keberkahan pada prosesnya akan menghasilkan sesuatau yang tidak berkah pula. Dan di ujung jalan nanti hanya ada satu kata Penyesalan. Inilah jalan syetan mengeluarkan kita dari jalan kenabian, jalan dakwah. Berbahagialah kamu karena dari sekian manusia, kita telah Muslim, dari sekian Muslim kita terlah ter-Ishtifa’ (terseleksi) dari sekian ummat muslim untuk berdakwah memanggul berat beban dakwah, menjalani budaya kenabian dulu, budaya dakwah. Sangat eman, sangat kontraproduktif jika sudah ter-Ishtifa’ malah kita mempermainkan peluang emas Allah ini dengan pelanggaran dengan si akhi atau si ukhti kita. Na’udzubillah. Kerugian besar!!!

Maka wahai manusia jagalah hatimu, jangan sampai terkotori noktah atau noda dosa. Murnikan hatimu untuk selalu mengisi dengan dzikir mengingat Alloh. Jika ada sedikit kekliruan jalan maka segera Insyaf karena memang tabiat hati itu tidak tetap, sellu berubah, tidak permanen. Maka Alloh menempatka Iman itu di Hati, sehingga seperti tempatnya tabiat Iman sama dengan Hati, mudah berubah. Ada alas an super penting mengapa kita hars menjaga Hati kita, adalah pintu Allah mengenalkan kebesaran-Nya, Allaoh juga menurunkan firman dan wahyu di hati.

“(Jibril) menurunkan wahyu kedalam hati nuranimu dengan izin Tuhan, membenarkan wahyu sebelumnya, menjadi petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman” (QS 2:97)

Hati adalah pusat pandangan, pemahaman, dan ingatan (dzikir)

“Apakah mereka tidak pernah bepergian dimuka bumi ini supaya hatinya tersentak memikirkan kemusnahan itu, atau mengiang ditelinganya untuk didengarkan, sebenarnya yang buta bukan mata, melainkan ” hati” yang ada didalam dada.” (QS 22:46)

“memang hati mereka telah kami tutup hingga mereka tidak dapat memahaminya, begitu pula liang telinganya telah tersumbat” (QS 18:57)

“Apakah mereka tidak merenungkan isi Al Qur’an? atau adakah hati mereka yang terkunci?” (QS 47:24)

“Janganlah kamu turutkan orang yang hatinya telah Kami alpakan dari mengingat Kami (dzikir), orang yang hanya mengikuti hawa nafsunya saja, dan keadaan orang itu sudah keterlaluan” (QS 18:28)

“Sesungguhnya telah Kami sediakan untuk penghuni neraka dari golongan jin dan manusia; mereka mempunyai hati, tetapi tidak menggunakannya untuk memaha-mi ayat-ayat Allah, mereka mempunyai mata, tetapi tidak dipergunakan untuk melihat, mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka adalah orang -orang yang alpa (tidak berdzikir) ” (Qs 7:179).

Maka sekali lagi kawan. Begitu mulianya hati, maka jagalah hatimu!

wahadi.rantisi@gmail.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: