USTAD aHMAD ARQOM

Saya tertarik menulis tema ini , setelah dalam bulan Januari ini saya membaca beberapa buku berikut : Tuhan Ingin Anda Kaya – Teologi Ilmu Ekonomi karya Paul Zane Pilzer  ; Re-Code karya Rheinald Kasali ,Ph.D ; Berwirausaha dari Nol karya Andreas Harefa ; dan 48 Hukum Kekuasaaan karya Robert Greene .

Gagasan “Kita Harus Semakin Ahli” saya sampaikan dalam halaqoh mingguan . Mulanya saya mengajak teman teman merenungkan firman Allah di surat 67 ayat : 15 berikut :

” Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”

Nah coba renungkan berapa jumlah rezeki yang bisa kita cari ? Berapa besarnya kekayaan yang dapat dieksplorasi bangsa ini dari perut bumi Indonsia ?. Sebelum teman teman di halaqoh menjawabnya , saya terlebih dahulu menjawabnya sendiri dengan meminjam statement Paul Zane Pilzer yang mengatakan :

Pertama : tidak ada batasan atas banyaknya barang atau jassa yang dapat dihasilkan oleh sesorang yang memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai hasil dari peningkatan spesialisasi .
Kedua  :Jumlah kekayaan masyarakat secara keseluruhan hanya dibatasi oleh jumlah orang yang tersedia untuk memperdagangkan produk keahlian mereka  . Masuk akal tidak ? Saya melanjutkan : ” Jika kita semua ber 7 adalah warga sebua desa X yang keahlian kita adalah menanam dan memanen singkong dengan biaya sediri seluruhnya , maka jumlah penghasilan kita seluruhnya adalah 7 x Rp. 750.000 = Rp. 5.250.000 ( uang sebesar Rp.750.000 ini meruapakan  pendapatan dari menanam dan memanem dan menjual singkong mentahan  ). Tetapi menjadi berbeda  jumlah pendapatan kita  ber 7 , manakala ada 1 orang diantara kita ber 7 yang mampu menyisihkan uang sebesar 250.000 dari Rp.750.000 penghasilannya , lalu digunakan untuk membeli mesin pengolah singkong , kemudian  membuat roti – donut  – kue dari singkong , , setelah itu menjualnya

Jadi jika kita semua para pekerja dakwah  menginginkan anugreah rezeki yang lebih banyak dari Allah  , yang disediakan – Nya di bumi ini, maka kita tidak boleh berkuallifikasi seperti kebanyakan masyarakat kita . Sedapat mungkin ita harus mendorong diri kita sendiri berubah menjadi seorang yang semakin ahli / semakin memiliki spesialisasi

TUNTUTAN PERUBAHAN

Perubahan menuntut adanya lima prasyarat  :
1.    Visi tentang arah masa depan (vision)
Ini menjelaskan kepada kita apa yang akan kita raih kedepan . Dalam konteks partai di Jatim visi itu adalah RENSTRA kita , dan dalam konteks kader ia adalah  akumulasi muwashofat kekaderan kita .

Ada hal yang menarik untuk saya tambahkan disini. Survey majalah SWA edisi Februari 2007 terhadap sejumlah perusahaan Indonesia yang melakukan perubahan  menjelaskan hala hal berikut ini :

a.    Perusahaan yang melakukan perubahan adalah perusahaan yang umumnya memiliki lebih dari 1000 karyawana
b.    Perusahaan yang melakukan perubahan adalah perusahaan yang umumnya memiliki aset lebih dari  1 trilyun
c.    Perusahaan yang melakukan perubahan adalah perusahaan yang umumnya memiliki omset lebih dari 1 trilyun
d.    Alasan perusahan perusahaan itu melakukan perubahan adalah
d.1.meningkatkan daya saing
d.2.merespon  permintaan pasar / masyarakat.
d.3.meningkatkan efisiensi

Nah mari ini kita jadikan pembanding buat kita . Bukankah kita adalah institusi yang memiliki lebih dari 1000 kader , aset yang bernilai lebih dari 1 trilyun ( andai satu kader kita , kita hargai 100 juta  , dan istitusi institusi kita , kita hargai juga 100 juta ) ;  dan bukankah kita butuh meningkatkan daya saing , perlu merespon tuntutan konstituen kita , sera perlu meningkatkan efisiensi kerja kolektif kita ?

2.    Keterampilan (skills) untuk mampu melakukan tuntutan-tuntutan baru. Keterampilan ini harus terus  ditumbuhkan ,dipelihara, dan dikembangkan

Secara kategoris  skill yang amat kita butuhkan  diantaranya adalah :
a.    Conceptual Skill
b.    Leadership Skill
c.    Managerial Skill
d.    Human Skill
e.    Practical Skill
f.    …….Skilll
Seluruh skill tersebut terasa amat mendesak untuk kita miliki karena obsesi politik kita  di 2009 nanti , amatlah mustahil kita raih kalau kita tampil dalam performa kolektif seperti yang sudah kita perlihatkan selama ini .

3.    Insentif yang memadai, baik langsung maupun tidak langsung, cash maupun non-cash, individual (berdasarkan kinerja perorangan) maupun kelompok-kelompok (berdasarkan kinerja kelompok/unit kerja)

Insentif / upah / gaji ……sesungguhnya  merupakan bentuk dan bukti pengakuan dan penghargaan kita atas kemajuan pencapaian visi kader maupun partai. Disini kemudian kita menjadi sadar sekali akan arti penting visi.

4.    Sumberdaya (resources) yang memudahkan ruang gerak dan pertumbuhan

Ini meliputi sumber daya manusia  – sumber daya alam – sumber daya modal – sumber daya konsep yang kita butuhkan untuk meraih / mewujudkan visi kita

5.    Rencana tindak (action plan). Rencana tindak adalah bukan sekedar rencana, melainkan sebuah rangkaian tindakan yang diintegrasikan dalam langkah-langkah yang spesifik dan terancam, tertulis dan dimengerti semua pelaku yang terlibat.

Sebuah Akronim Perubahan Bernama OCEAN
Sekarang mari kita lihat masing-masing unsur pembentukan sifat perubahan  :

OPENNESS TO EXPERIENCE
Keterbukaan pikiran, khususnya terhadap hal-hal baru, hal-hal yang dialami dan dilihat dengan mata sendiri.

CONSCIEN-TIOUSNESS
Keterbukaan hati dan telinga. Penuh kesadaran mendengarkan, baik yang terdengar, maupun yang tidak dirasakan.

EXTROVERSION
Keterbukaan diri terhadap orang lain, kebersamaan dan hubungan-hubungan.

AGREEABLENESS
Keterbukan terhadap kesepakatan (tidak mudah memilih konflik)

NEUROTICISM
Keterbukaan terhadap tekanan-tekanan.

Kelima komponen pembentukan kepribadian di atas, merupakan benih yang baik untuk melakukan perubahan.

Iklan
Comments
2 Responses to “USTAD aHMAD ARQOM”
  1. dwi berkata:

    Tulisan yang selama ini dimotivasikan ke saya. Tapi… saya menulis bukan untuk berkomentar tapi minta pendapat atas beberapa rencana2 saya yang ketika saya hendak melakukannya, selalu terbentur dengan pihak lain yang tidak mudah untuk diabaikan. Jadi, saya suka mengabaikan impian-impian saya…menunda, bahkan menguburnya dalam-dalam. Padahal itu deferensiasi saya. Itu mungkin hal terbaik yang bisa saya persembahkan tuk hidup ini. Saya… spt org yang lost…don’t know what to do. Apa ini berarti saya kurang ilmu?spt kata pak ahmad, ketika kita punya masalah dan ga tau harus bgmn, berarti harus tambah banyak input. Padahal…duh… sudah tahunan tarbiyah, tetep aja ada saat don’t know what to do! (kasihan banget ya 🙂 )

    • wahadii berkata:

      Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menambah semangat kita mewujudkan impian. salah satu dalah dengan menulis impian kita. coba tulis 100 impianmu. lalu coret satu persatu jika impian2 itu tercapai. lihat buku impian itu setiap hari, untukmemotivasimu!!!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: