MOTIVASI UST.ARQOM

Ikhwah dan akhwat fillah seperti yang pernah saya sampaikan pada kesempatan ketika saya menyampaikan taujih di forum ini beberapa pekan yang lalu , bahwa peran seorang pemimpin itu ada 4 yaitu :
diminta
1. Panutan : Ia harus menjadi contoh dalam seluruh totalitas kepribadiannya .Disini kita harus merujuk pada seluruh muwashofat kekaderan kita .
2. Perintis : Bersama –sama menentukan arah yang akan dituju.Wujudnya berupa Renstra dan RKT yang kita susun secara kolektif
3. Penyelaras : Menyusun dan mengelola sitem agar tetap apada arah yang telah ditetapkan .Pada bagian ini umumnya kita melakukan pekerjaan pekerjaan manajemen .
4. Pemberdaya : Memfokuska pada upaya peningkatan kapasitas dan kualitas orang orang yang dipimpinnya agar mampu melaksankan tugas tugas yang diembankan kepadanya .

Nah mari kita fokuskan pada peran pemimpin yang keempat .Peran ini jika dijalankan punya dampak besar terhadap :
1. Meningkatnya mutu SDM yang kita pimpin
2. Sebagai akibat yang pertama maka akan meningkat pula mutu proses proses kerja SDM kita tersebut dalam unit – unit / bidang – bidang dimana mereka bertugas .
3. Jika itu terjadi akan memberi dampak pada semakin bermutunya kualitas keputusan keputusan yang kita ambil serta program program yang kita buat .
4. Tentu saja efek lanjutan dari itu semua kemudian berpengaruh pada besarnya dukungan yang dapat kita raih dari publik terhadap kita. Itu kemudian mewujud kedalam suara dan kursi yang bisa kira raih dalam pemilu nanti .

Logika berpikir seperti diatas jika saya gambarkan dalam sebuah skema menjadi seperti berikut :
pemimpin.gif

Ikhwah dan akhwat fillah.

Namun dari semua pihak yang harus diberdayakan dan dikembangkan oleh seorang pemimpin , maka memberdayakan dan mengembangkan pemimpin yang berada pada satu level dibawahnya , akan memberikan dampak yang lebih besar bagi organisai dakwah kita. Sebab kaidah yang berlaku didunia kepemimpinan adalah : Untuk menambah pertumbuhan , pimpinlah para pengikut , tetapi untuk melipatgandakan pertumbuhan pimpinlah para pemimpin

Ikhwah dan akhwat fillah cara bekerjanya kaidah ini adalah sebagai berikut : Pemimpin yang menegmbangkan pengikutnya secara langsung akan menumbuhkan organisasinya seorang demi seorang , akan tetapi pemimpin yang mengembangkan pemimpin lainnya – yang berada dalam tanggungjawabnya – akan melipatgandakan mereka , sebab untuk setiap pemimpin yang mereka kembangkan , mereka juga mendapatkan segalanya dari para pengikut pemimpin tersebut .

Secara skematis saya gambarkan seperti berikut ini :
PEMIMPIN YANG MENGEMBANGKAN PEMIMPIN
MELIPATGANDAKAN PERTUMBUHAN ORGANISASINYA

bagan_pimpin.gif

Dunia dimana organisasi dakwah kita ini bekerja terus beubah dari waktu ke waktu , maka kita pun secara personal mapun struktural  perlu terus menerus melakukan perubahan agar semakin bedaya dan berkinerja unggul .Walaupun sepenuhnya berbeda organisasi dakwah kita dengan organisasi bisnis , tetapi saya ingin mengutipkan pernyataan seorang praktisi bisnis , Jack Welch mantan presiden dan CEO General Electric : ” Jika tingkat perubahan diluar organisasi anda lebih cepat daripada tingkat perubahan didalam organisasi anda , ajal anda sudah didepan mata ”

Dan seorang pakar prilaku mengomentari pernyataan diatas dengan mengatakan : ”Prinsip ini juga berlaku bagi anda sebagai seorang manusia . Jika tidak senantiasa belajar dan membenahi keahlian anda , anda berada dalam bahaya terdepak dari peredaran ”

Nah bagaimana dengan kita ?  Bismillah mari kita mulai berbenah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: