motivasi ustad arqom

Alhamdulillah , ikhwah fillah hari ini kita bertemu dalam majelis dimana pekerjaan pekerjaan besar dakwah kita di jawa timur diputuskan secara kolektif. Dalam posisi dimana kita adalah para pemimpin dakwah maka kualitas kita dalam berpikir dan bertindak serta kualitas keputusan keputusan yang kita hasilkan bersama amat bepengaruh pada pencapian pencapaian keberhasilan dilapangan dakwah kita .

Secara strategis saya ingin mengajak kita semua yang hadir disini memikirkan beberapa persoalan penting berikut :

1.Visi Besar Kader
Sebagai pribadi pribadi yang tumbuh dan dibesarkan dalam medan dakwah tentu visi besar kita sebagai kader adalah : TAMKINUD DAKWAH
Tentu kita sama sama memahami akan firman Allah di surat An-Nur : ayat 55 berikut :

”Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Diayat ini Allah berjanji diantaranya adalah bahwa Dia akan men TAMKIN dakwah Islam dalam kehidupan kita .DR Ali Muhammad Ash Shalabi dalam Fiqh At Tamkin wa An Nashr memberi definsi TAMKIN (dg mengutif pendapat beberapa tokoh pergerakan dakwah )sebagai berikut :

1.Ustad Muhammad Sayid Muhammad Yusuf dalam At Tamkin li al Ummah al Islamiyah fi Dhaw al Qur’an al Karim : Studi tentang sebab sebab yg menyebabkan kekokohan dan kekuatan ummat ini , serta pilar pilar yg bisa mengembalikan ummat ini pada kekokohan dan kemapanan , juga hambatan yg menghadang proses menuju kekohan dan kemapanan ….
2.DR.Ali Abdul Halim dalam Fiqh Al Dakwah ilaa Allah : ………..Kekokohan ini diawali dg adanya kemenangan , kekuatan dan kekuasaan yg disertai adanya rasa aman setelah adanya rasa takut yg mencekam
3. Fathi Yakan dalam Al-Mujtama’ no 1249 6 Muharram 1418 H atau 13 Mei 1997 :Tamkin adalah sampainya pada kondisi kemenangan ,memiliki kekuatan yg cukup serta memegang tampuk kekuatan dan kekuasaan ,juga dukungan publik ,simpatisan dan pengikut .Ini bentuk pengokohan eksitensi diatas bumi dan kemuliaan dalam semua urusan

Yang perlu kita pikirkan sebagai pemimpin dakwah kemudian adalah bahwa TAMKIN dari Allah itu tidak akan terwujud manakala kita belum mampu merealisir Sebab Sebab Tamkin . Mengutip DR Ali Muhammad Ash Shalabi lagi ,Sebab Sebab Tamkin adalah sebagai berikut :

A.Sebab Maknawi
1.Mempersiapkan Individu Rabbaniyyin
2.Mencetak Qiyadah Rabbani
3.Memerangi Sebab Sebab Perpecahan
4.Mengambil Akar Persatuan dan Kesatuan

B.SebabSebab Material
1.Membangun Konsentrasi ,Spesialisasi,dan Pusat Pusat Riset
2.Melakukan Perencanaadan Manajemen
3.Memersiapan Ekonomi
4.Mebangun Persiapan dalam Bidang Informasi
5.MebangunPersiapanKeamananTamkin

2.Pembaruan Diri secara Terus Menerus
Ikhwah fillah kaidah kepemimpinan mengatakan: perubahan kualitas pemimpin berarti perubahan kulitas kinerja organisasi, ujungnya ujungnya tentu saja adalah percepatan pencapaian cita cita dakwah kita . Pada salah buku John Maxwell yg sempat saya baca (DEVELOPING THE LEADER WITHIN YOU) , rasanya apa yang diungkapkannya ada benarnya bahwa lima dari dua belas masalah bagi seorang pemimpin berikut ini ada hubungannya dg ketidak sediaan untuk berubah .Itulah yg menimbulkan masalah bagi organisasinya.Seorang pemimpin yg bermasalah …..
*Punya pemahaman yg buruk atas orang lain
*Kurang imajinasi
*Punya masalah pribadi
*Mengalihkan tanggung jawab
*Merasa aman dan puas
*Tidak terorganisasikan
*Mudah meledak kemarahannya
*Tidak mau mengambil resiko
*Merasa tidak aman dan defensif
*Tidak mau bersikap lentur
*Tidak punya semangat tim
*Melawan perubahan

Memang tuntutannya kemudian adalah kesediaan kita untuk secara sadar terus melakukan pembaruan diri . Secara teknis dibeberapa forum pertemuan kader saya mengajukan formula pembaruan diri sebagai berikut :
Langkah Pertama :
Menerapkan satu perencanaan mingguan dan menyediakan sedikit waktu padaMinggu malam misalnya , untuk berhubungan dg visi anda .Visi anda akan berperan sebagai mercusuar pribadi ,menawarkan bimbingan dan menjaga agar anda tetap berada diarah yang benar
Langkah Kedua
Menelaah kemenangan tahunan anda -tujuan tujuan yg telah ada tentukan harus anda capai tahun ini – untuk tetap bergerak maju .
Langkah Katiga
Proses memingkirkan serangkaian kemenangan minggua, atau tujuan tujuan kecil yg harus anda capai dalam minggu mendatang
Langkah Keempat
Mengharuskan anda menjadwalkan nya dalam hari hari anda dg menerapkan teknik pemisahan waktu strategis .Jadwalkan setiap aktivitas ke dalam hari yg ditetapkan untuknya dan pastikan bahwa aktivitas itu dilakukan .
Langkah Kelima
Perenungan Teratur :Saat anda merencanakan minggu yg akan datang ,ambilla beberapa saat untuk secara mendalam mempertimbangkan minggu yg baru saja anda lalui .Apakah anda melakukan apa yg anda rencanakan , pada saat anda merencanakan untuk melakukannya .Bila tidak ,mengapa tidak ?Apakah yg akan anda lakukan secara berbeda bila anda memiliki kesempatan untuk menjalani minggu tersebut sekali lagi?

3.Karena kita adalah Pemimpin

Ikhwah fillah mungkin tidak banyak yang serius diantara kita memikirkan kalimat waj’alna lil muttaqiina imaama . Tapi coba simak pernyataan Bernard Lewis seorang orientalis Yahudi berikut : “ Sesungguhnya ketidakadaan pemimpin modern terpelajar ; pemimpin yang benar benar melakukan semua pengabdiannya untuk Islam , sesuai dengan tuntutan zaman baik dalam bidang pengetahuan maupun organisasi , telah membelenggu gerakan Islam untuk menjadi kekuatan yang menang . Maka hendaknya pemimpin semisal ini dicegah kemunculannya , untuk menjadi sebuah sebuah kekuatan yang mengendalikan kekuatan dunia Islam .Gerakan ini sangat mungkin untuk berubah menjadi sebuah kekuatan politik yang besar jika ada pemimpin pemimpin yang kapabel untuk itu “ Sementara orientalis lainnya Montgomery Watt yang berkebangsaan Inggris mengatakan :” Jika didapatkan seorang pemimpin yang cocok yang berbicara sesuai dengan Islam , maka sangat mungkin bagi agama ini untuk muncul kembali sebagai sebuah kekuatan politik terbesar didunia “ .

Nah iya kan . Oleh karena nya mari kita mulai perubahan dari posisi kita sebagai pemimpin. Bismillah .

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: