MOTIVASI KEPEMIMPINAN UST.ARQOM

Ikhwah dan akhwat fillah
Mari kita simak fakta fakta berikut .

1. Ketika Nabi kita memimpin operasi militer pada Perang Badar di tahun 624 M kekuatan pasukannya masih terdiri dari 313 dengan perlengkapan tidak memadai dan 3 ekor kuda .
2. Setahun kemudian ketika terjadi Perang Uhud armada terpur beliau sudah berjumlah 700 orang dengan 100 orang diantarnya telah mengenakan pakaian perang lengkap serta dilengkapi dengan 50 pasukan berkuda dan 50 pasukan pemanah
3. Pada saat terjadi Perang Ahzab ditahun 627 M armada tempur yang beliau pimpin sudah berkekuatan 3000 orang
4. Dan ketika Mekkah ditaklukkan pada Perang Fathu Makkah di tahun 630 M beliau secara menakjubkan telah memimpin pasukan sebanyak 10.000 orang
5. Lalu dua bulan setelah Perang Fathu Makkah itu pada Perang Hunain beliau telah memiliki kekuatan militer sebanyak 12.000 orang .
Ikhwah dan akhwat fillah .
Apa sesungguhnya yang menjadi kunci sukses bagi pertumbuhan kemampuan dan kekuatan militer generasi Islam pertama ini ? Afzalur Rahman ( bukan Fazlur Rahman ) menganalisi fenomena ini dalam Muhammad as Military Leader sebagai buah dari kekuatan kepemimpinan beliau .

Memang keberhasilan dari suatu operasi militer akan secara alamiah tergantung pada kreativitas kreativitas tertinggi dari pemimpin militer .Kemenangan akan dicampai tergantung pada bagaimana seorang pemimpin militer dapat menggunakan faktot factor tersebut dalam operasi strategis militernya dan diatas semuat itu , mengerjakannya sebelum dan lebih baik dari musuh musuhnya .Ia juga bergantung pada bagaimana sang pemimpin dapat mengorgansir serangan serangannya , juga memelihara kerahasiaan rencana rencana tempurnya , lebih baik dan lebih efektif dari musuh musuhnya. Sebagaimana ia juga bergantung pada kemampuan nya dalam memanfaatkan sumber daya tempurnya yang terbatas dan minimal untuk meraih kemenangan maksimal. Nah Nabi kitia dianugrahi kapasitas untuk melakukan fungsi kepemimpinan itu semua .

Pengamatan lebih makro disampaikan oleh seorang intelektual Amerika kelahiran Palestina Jhon L Esposito dalam Islam The Straight Path : “ Yang paling mencengankan tentang perluasan Islam dimasa awal adalah kecepatan dan keberasilannya .Para pakar Barat merasa takjub akan hal ini ….Dalam sepuluh tahun pasukan Arab menaklukkan angkatan perang Bizantium dan Persia dan menguasai Irak , Suriah , Palestina , Persia dan Mesir .Pasukan Muslim tampi sebagai penakluk yang sulit terkalahkan dan penguasa yang berhasil , pembangun dan bukan perusak …”( 1998 , hal 33 ) .

Ikhwah dan akhwat fillah

Disinilah kita kemudian semakin menyadari perlunya semakin mengembangkan kapasitas kepemimpinan kita sebagai jajaran qiyadah ditingkat wilayah .

Sejujurnya saya harus mengatakan bahwa kita selama ini :
1. Menjalankan tugas tugas kepemimpinan itu tampa banyak dibekali bagaimana caranya memimpin .
2. Secara bertahap kemudian kita tidak menyadari bahwa salah factor yang berpengaruh bagi tidak optimalnya performa kerja kolektif kita adalah lemahnya kapasitas kepemimpinan kita .
3. Dan seluruh upaya untuk meningkatkan kapasitas kepemimpian kita dijajaran qiyadah sering kali berbenturan dg sikap kita yang secara keliru menganggap diri kita sendiri sudah cukup memiliki kapasitas kepemimpinan .

Ikhwah dan akhwat fillah

Bukanlah sebuah kebetulan kalau kemudian Allah lebih banyak menceritakan kepemimpian Musa As. terhadap bangsa Bani Israel dibandingkan kisah kisah kepemimpinan yang lain . Dan kalau Allah juga di Al Quran menceritakan kisah perjuangan Ibrahim As , Yusuf As dan Sulaiman As maka dari ketiga pribadi ini kita juga banyak belajar soal kepemimpinan .

Ikhwah dan akhwat fillah

Seluruh studi studi kepemimpinan baik terhadap literature Islam maupun literature diluar Islam sampai pada sebuah kesimpulan bahwa apa yang dilakukan oleh para pemimpin besar yang sukses pasti meliputi 5 hal berikut :

1. Menunjukkan Keteladanan dan Karakter Pribadi : kebiasaan – integritas – kepercayaan – pemikiran
2. Menentukan Arah Perjuangan – Usaha – Kerja : visi – cita cita – harapan bersama
3. Membangun Kemampuan Organisasi : membangum personal – membangun tim dan mengelola perubahan
4. Memobilisasi Komitmen Orang Orang yang Dipimpinnya : melibatkan orang lain untuk bekerja dengan loyal

Ini bisa dimengerti karena sesungguhnya pemimpin itu memeiliki empat peran vital
1. Panutan : Ia harus menjadi contoh dalam seluruh totalitas kepribadiannya .Disini kita harus merujuk pada seluruh muwashofat kekaderan kita .
2. Perintis : Bersama –sama menentukan arah yang akan dituju.Wujudnya berupa Renstra dan RKT yang kita susun secara kolektif
3. Penyelaras : Menyusun dan mengelola sitem agar tetap apada arah yang telah ditetapkan .Pada bagian ini umumnya kita melakukan pekerjaan pekerjaan manajemen .
4. Pemberdaya : Memfokuska pada upaya peningkatan kapasitas dan kualitas orang orang yang dipimpinnya agar mampu melaksankan tugas tugas yang diembankan kepadanya .

Ikhwah dan akhwat fillah , demikianlah arahan yang sederhani ini , yg saya tujukan pertama tama untuk saya sendiri , dan setelah itu untuk kita bersama yang hadir maupun yang tidak hadir bersama kita hari ini .

Harapan saya , semoga kita mau menyediakan cukup waktu dan memiliki semangat yang tinggi untuk semakin bersungguh sungguh mengembangkan kapasitas kepemimpinan kita besama. Amiin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: