Wahadii’s Weblog

jangan hanya melakukan apa yang kamu cintai, tapi cintai apa yang kamu lakukan.

Arsip untuk Motivasi

pekerjaan besar dan pekerjaan kecil by Ustad Anis matta

Di antara keajaiban hati para pahlawan mukmin sejati adalah cara mereka mengapresiasi karya-karya mereka. Mereka tidak pernah memandang karya-karya besar mereka secara berlebihan, tetapi mereka juga tidak pernah meremehkan pekerjaan-pekerjaan kecil yang mereka lakukan. Besar kecilnya suatu karya atau pekerjaan tidaklah ditentukan oleh satu faktor saja. Misalnya, faktor kemampuan. 

Ada banyak faktor yang mempengaruhi cara penilaian terhadap suatu karya dan pekerjaan seorang pahlawan. Misalnya, tingkat kebutuhan saat itu, kesinambungan dengan pekerjaan-pekerjaan sesudahnya, luas wilayah distribusi manfaat, tingkat kemampuan pelaku, tingkat keterlibatan orang lain, banyaknya daya dukung, dan seterusnya. Kata kunci yang dapat menyimpul semua faktor tersebut adalah ketepatan. Yaitu, pekerjaan itu tepat pada waktunya, tepat pada sasarannya, tepat pada tempatnya, tepat pada orangnya, tepat pada niatnya, tepat pada caranya, dan tepat pada cost-nya. Akan tetapi, bagaiman cara kita menilai tingkat ketepatan? Jawabannya adalah pada strategi. Strategilah yang menentukan nilai dari sebuah pekerjaan. Individu dan pekerjaannya dalam sebuah strategi adalah unit-unit yang tidak berdiri sendiri. Strategilah yang menentukan jenis pekerjaan dan orang yang tepat untuk pekerjaan itu. Jika dalam strategi itu di tentukan bahwa seseorang harus melakukan suatu pekerjaan yang tidak terlihat dalam waktu lama, maka ia harus melakukannya. Dan letak kepahlawanannya ada pada keikhlasannya, pada diamnya,dan ada penyelesaian pekerjaan itu pada waktunya.

Demikian juga sebaliknya. Dalam kerangkan strategi itu, kita mungkin akan menemukan kenyataan-kenyataan yang boleh jadai paradoks dalam pandangan kasat mata kita. Apa yang kita duga sebagai pekerjaan-pekerjaan besar, ternyata mempunyai nilai yang kecil dalam kerangka strategi tersebut. Demnikian juga sebaliknya. Para pahlawan mukmin sejati tidak pernah memandang dirinya lebih besar dari strategi. Sebaliknya, ia menyerahkan dirinya untuk menjadi salah satu instrumen dari strategi tersebut. Demikianlah, Rosululloh saw pernah bersabda, “Jangan pernah meremehkan suatu kebaikan, walaupun itu kecil!”. Padanan dari ketepatan dalam bahasa agama kita adalah hikmah. Dan inilah hikmah yang dimaksud oleh Alloh sebagai sumber dari semua kebaikan. Alloh SWT berfirman, “Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak” (Al-Baqarah: 269). Akan tetapi, para pahlawan mukmin sejati itu sama-sama menyimpan sebuah impian di kedalaman jiwa mereka.

Mereka semua bermimpi untuk dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan unggulan yang menjadi alasan utama bagi Alloh untuk memasukan mereka ke dalam surga-Nya. Seorang sahabat pernah meminta kepada Rosululloh saw agar beliau mendoakan dirinya kepada Alloh SQT untuk dimasukan ke dalah surga. Rosululloh saw lalu mengatakan kepada sahabat tersebut, “Bantulah aku (agar doamu terkabul) dengan memperbanyak sujud.” Itulah amal unggulan. Dan apakah amalan unggulan Anda, hai calon pahlawan?
Sumber Data : buku Mencari Pahlawan Indonesi

uang by ust. anis matta

Uang

ini adalah bagian dari ceramah saya ketika Jaulah, sekedar ide semoga bermanfaat dan menjadi bahan untuk didiskusikan, meski ada Ikhwah yang mengatakannnya Anismismi ( ajaran anis) yang terkesan glamour dan konsumtif… tapi sekali lagi ini adalah sekedar ide…


Bismillah,
Ikhwan dan Akhwat sekalian,

Alhamdulillah kita dipertemukan oleh Allah dipagi hari ini, walaupun kemarin saya ragu- ragu apakah saya bias hadir hari ini atau tidak. Istri saya sakit demam berdarah dan dirawat dirumah sakit hingga hari ini. Alhamdulillah hari ini ada perbaikan sedikit dan bisa ditinggal. Selain itu, rasanya sudah rindu sama antum semuanya karena cukup lama tidak kesini. Sebenarnya saya punya rencana kunjungan kesini pada bulan januari yang lalu dalam rangkaian jaulah ke 13 DPW bersama 13 pengurus Bidang Kaderisasi dan Bidang Pembinaan Wilayah. Rencana itu dibatalkan karena saat itu sedang musim pesawat jatuh, jadi ada 8 DPW yang kita pending perjalanannya termasuk ke  

Ikhwan sekalian.
Pagi ini kita bicara tentang uang. Sudah lama sekali saya mengusulkan bagian kurikulum di departemen kaderisasi untuk memasukkan pokok bahasan tentang uang. Gagasan- gagasan itu mulai muncul ketika saya dahulu berada diawal dakwah ini. Salah satu pekerjaan yang saya lakukan adalah Lajnah Minhaj, di Bidang Kaderisasi bersama kang Aus. Saat itu, saya ikut menyusun beberapa Materi Tahmidi H1, H2. Kita memang tidak pernah berfikir untuk menyusun satu materi tentang uang karena yang ada dibenak kita bahwa bagian- bagian dari tarbiyah itu adalah tarbiyah ruhiyah, tarbiyah fikriyah dan tarbiyah jasadiyah. Ketika kita membuat partai, kita menambah sedikit yaitu materi tarbiyah siyasiyah.

Jadi Kalau wasilah dari tarbiyah ruhiyah itu banyak, ada Lailatul Katibah juga mutaba’ah yaumiyah. Wasilah tarbiyah fikriyah juga banyak tatsqif dan macam- macam. Tarbiyah Jasadiyah ada latsar ada mukhoyam. Tarbiyah siyasiyah sudah dengan sendirinya karena ada wasilah berupa partai. Tapi kita semuanya menghadapi suatu benturan realita yang disebabkan karena ada missing link dalam system berfikir kita.  

Ikhwan sekalian
Salah satu gejala benturan budaya yang sering kita lihat muncul bersama munculnya orang- orang setengah kaya baru. Tapi itu tidak disebabkan karena bibit- bibt kemiskinan itu memang ada dalam diri kita, ada dilingkungan kita, bahkan ketika kita mulai membuat partai. Padahal kita belum kaya dan memang belum kaya. Apabila kita memakai standard Kiyosaki, masuk dalam tahap amanpun belum. Tapi sudah dianggap hanya kayak arena sdikit beda dengan teman- teman ikhwah yang lain. Kita dianggap kaya karena memiliki mobil padahal mobil itu kebutuhan pokok dalam fiqih Islam. Kita juga dianggap kaya karena bias bangun rumah, padahal itu indicator dari garis kemiskinan. Rasulullah mengatakan “Cukuplah bagi seorang Muslim itu bahwa dia punya sebuah rumah dan seorang pembantu”. Jadi, rumah itu sama dengan pakaian. Hanya saja, dilingkungan kita, banyak yang mempunyai anggapan, orang disebut kaya kalau sudah punya rumah.

Ikhwah sekalian
Oleh karena itu, banyak sekali yang bolong dalam tsaqafah kita tentang uang. Kita bukan hanya salah membuat persepsi- persepsi itu, tetapi juga terkadang mempunyai kecenderungan anti uang. Kalau istilah Ust Rahmat Abdullah ikhwah itu sabar menderita tapi tidak sabar melihat orang lain lebih kaya. Makanya mudah muncul gossip dikalangan orang yang punya sedikit kelonggaran secara financial, apalagi kalau sebab kelonggaran finansialnya itu karena dia menjadi anggota dewan. Jadi pada tahun 1999, saya jadi ketua tim khusus. Pada waktu itu sebagai Sekjen saya tahu persis dimana letak daerah kuatnya PKS kalau saya mau jadi anggota dewan.

Ketika itu saya dicalonkan dari ,Jakarta

dan Sulawesi Selatan atas usul DPW masing- masing. Nah, pilihan tertinggi jatuh pada Sulawesi Selatan. Waktu itu saya belum mau jadi anggota dewan karena saya belum punya rumah dan mobil. Saya tidak tidak mau bila nanti ada persepsi bahwa saya punya mobil dan rumah karena jadi anggota dewan. Oleh karena itu saya pilih Sulawesi Selatan. Jika saya pilihBandung

atauJakarta

pasti saya terpilih jadi anggota dewan pada tahun 1999. pasti saya terpilih jadi anggota dewan pada tahun 1999.
Saya mengerti persepsi- persepsi, gossip dan fitnah tentang harta dikalangan kita itu banyak disebabkan tsaqafah yang bolong tentang uang. Jadi, kita bukan hanya tidak berbakat jadi kaya tapi juga tidak senang dengan orang kaya dan cenderung anti kekayaan.
 

Kapan saatnya kita mulai mengalami benturan keuangan. Yang pertama setelah kita punya anak. Dahulu waktu saya kuliah, kita dimotivasi untuk cepat menikah oleh para murabbi kita, dengan satu alasan kemaksiatan sudah merajalela disekitar kita, daripada kita berzina lebih baik kita menikah. Kalau kita berargumen lagi bahwa kita belum ada pekerjaan karena kita masih kuliah, jawabannya adalah: tawakkal ‘alallah, innallaha Ghoniy, selurh alasan- alasan aqidah dikerahkan untuk mendorong kita nikah.

Sebagian besar angkatan saya menikah ditahun pertama waktu kuliah. Saat itu saya belum menikah. Ditahun kedua lebih lebih banyak lagi yang menikah, saya belum menikah. Ditahunketiga lebihbanyak lagi yang menikah. Saya termasuk yang telat menikah pada waktu itu.

Tapi kemudian kita menemukan fakta bahwa ikhwah-ikhwah yang menikah semasa kuliah itu sebagian besar angka pelajarannya jeblok karena disibukkan dengan dakwah juga harus mencari ma’isyah. Saya menikah ditahun keempat setelah angka saya stabil karena naik satu point lagi. Dosen saya sampai mengatakan, kalau kamu ambil Master, menikah satu kali lagi.

ada ikhwah yang mengatakan kepada saya, Masya Allah, Antum ini merencanakan sesuatu dengan detail. Saya bilang antum punya semangat tapi tidak punya rencana bagus.

Jadi kita semua mulai mengenal uang dan mempunyai persepsi bahwa uang itu perlu ketika anak kita menangis. Ketika saya datang ke calon mertua –saat itu beliau anggota DPR dan sudah 17 tahun menjadi petinggi Golkar- untuk melamar, dia bertanya kepada saya: “Anak saya mau dikasih makan apa?” Saya bilang mungkin saya tidak share dirumah bapak tapi Insya Allah tidak makan batu. Kemudian dia bertanya lagi, “Pendapatan kamu berapa?” Saya jawab, saya ada beasiswa 200 ribu perbulan. “Selain itu apa lagi?” Saya bilang tidak ada. “Masih kuliah”. Tapi waktu itu istri saya mengancam, kalau tidak kawin dengan saya, dia tidak mau kawin lagi. Akhirnya kita menikah juga. Jadi kita ini ikhwah learning by accident. Belajar dari benturan.

Ikhwah sekalian
Rasanya saya sendiri sebenarnya tadinya tidak pernah tertarik mengenal uang lebih jauh. Karena 6 tahun saya di Pesantren juga tidak pernah belajar uang. Lima tahun setengah kuliah di LPIA Fakultas Syari’ah juga tidak pernah belajar uang kecuali 1 bab dalam pelajaran Fiqh yaitu kitab zakat, itupun dalam orientasi Amil Zakat, tidak ada orientasi menjadi muzakki. Saya mulai tertarik dengan uang setelah mengalami benturan diawal tadi saya ungkapkan, juga benturan ketika saya di Sekjen. Setelah jadi Sekjen itulah saya mulai menilai ada suatu masalah besar yang akan kita hadapi kalau masalah- masalah ini tidak selesai. Sejak itulah saya mempelajari hal ini. Sebelumnya meskipun saya mengajar Ekonomi Islam di UI, banyak belajar dan membaca masalah- masalah ekonomi, juga banyak membaca buku- buku bisnis dan bergaul dengan orang- orang bisnis, saya belum seberapa tertarik secara langsung dan punya perhatian secara khusus terhadap masalah uang. Ketertarikan itu mulai muncul setelah mengalami benturan betapa sulitnya kita mendanai aktifitas kita setelah kita terjun di perpolitikan ini.

Ikhwah sekalian
Saya ingin bicara 3 point supaya kita lebih terarah dalam soal uang.
Pertama, Mengapa Islam menyuruhkita kaya
Kedua, Mencari penjelasan tentang mengapa kita miskin
Ketiga, Bagaimana kita mulai merekonstruksi kehidupan financial kita.
Ibnu Abid Duni menjelaskan beberapa alasan tentang mengapa kita semua diperintahkan menjadi kaya dalam Islam itu. Alasan Pertama, karena harta itu tulang punggung kehidupan. Makanya orang kalau punya harta punggungnya rada bungkuk sedikit. Antum lihat orang-orang Amerika kalau datang ke sini tegap-tegap semua kan , karena punya duit. Pejabat-pejabat keuangan kita kumpul di CGI tunduk-tunduk semua, karena mau pinjam duit. Allah mengatakan “Janganlah kamu berikan harta- harta kamu kepada orang-orang bodoh (orang-orang yang tidak sehat akalnya) yaitu harta harta yang telah Allah jadikan kamu sebagai yang membuat punggung tegap”. Jadi Hidup kita tidak normal begitu kita tidak punya uang. Kita pasti punya banyak masalah begitu kita tidak punya uang.

Alasan kedua, peredaran uang itu adalah indicator keshalehan atau keburukan masyarakat. Apabila uang itu beredar lebih banyak ditangan orang- orang jahat maka itu indikasi bahwa masyarakat itu rusak. Apabila uang itu beredar di tangan orang- orang shaleh maka itu indikasi bahwa masyarakat itu sehat.
Masyarakat
 

Rasulullah SAW mengatakan “ Sebaik- baik uang itu adalah uang yang beredar diantara orang- orang shaleh”’ Jad Apabila kita yang ada disini tidak mengendalikan uang yang ada di Riau, itu adalah tanda- tanda yang tidak bagus. Kenapa? karena kalau uang itu berada ditangan orang- orang shaleh maka uang itu akan mengalir di saluran- saluran yang baik. Kalau ibu- ibu disini dibagikan 1 Milyar kira- kira uang itu akan diapakan. Buat daftar belanjanya. Antum bias lihat semuanya itu belanja kebaikan. Pertama, pasti akan dipakai untuk potongan partai. Coba lihat anggota DPR, begitu jadi anggota dewan yang pertama potongan buat partai.

Waktu itu ada teman dari Golkar dan PPP, “Itu dana konstituen diapakan?” Kita jawab itu tidak lewat kita, melainkan langsung ke Dapil (Daerah Pemilihan). Uang yang masuk ketangan orang shaleh pasti mengalirnya di kebaikan juga. “Kalau gajinya berapa dipotong? Kalau di Golkar Cuma 2,5 juta per bulan dipotong”. Kalau di PKS itu bias 50 sampai 60 % dipotong. Jadi antum lihatdaftar belanjanya orang shaleh. Kedua, untuk rihlah, kemungkinan itu pergi umrah atau menghajikan keluarga atau naik haji sendiri.

Bapak- bapaknya pun kalau punya uang 1 Milyar, tidak jauh- jauh dari situ juga; infak buat partai, menyenangkan keluarga, dan operasional pribadi untuk dakwah pribadinya juga. Semuanya di jalur kebaikan. Bila ada kenikmatan, tidak mungkin dia pergi judi. Tidak mungkin juga dia pergi ke tempat prostitusi, paling- paling dia cari jalur halal.

Tapi coba sebaliknya, kalau uang itu beredar ditangan orang jahat, larinya juga pada kejahatan. Salah seorang saudara saya cerita, waktu itu ada seorang kaya sangat kaya di daerah  

Kalaupun orang kaya itu muslim, tidak berjudi, tapi dia tidak punya visi dakwah, dan dia tidak punya visi dakwah, dan tidak hidup untuk satu misi besar dalam hidupnya, dia pasti akan menggunakan uangnya untuk kesenangan pribadi, seperti perhiasan dan seterusnya. Saya punya kawan, kalau dia pakai seluruh perhiasannya kira- kira sekitar 2 juta dollar di badannya, cincinnya 1 juta dollar. Mobilnya ½ juta dollar, jam tangannya bias sampai 2 milyar. Adalagi temannya kira- kira punya 200-an jam tangan. Sebuah jam tangan itu harganya kira- kira 2 milyar.

Lebih buruk lagi, kadang- kadang orang kaya yang tidak baik memakai uangnya untuk memerangi kebeikan. Itulah yang terjadi ketika orang- orang Yahudi memegang kendali keuangan dunia. Maka dari itu menjadi kaya itu bagi kita adalah satu keharusan, untuk mengembalikan keseimbangan social, kehidupan ditengah- tengah kita.

Ketiga, terlalu banyak perintah syariah yang hanya bisa dilaksanakan dengan uang. Antum lihat 5 rukun Islam, Syahadat tidak pakai uang, sholat tidak pakai uang, puasa tidak pakai uang tapi zakat dan haji pakai uang. Kalau 200 ribu orang umat Islam  

Jadi banyak sekali perintah- perintah Islam yang memerlukan uang. Waktu Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, diantara hadits- hadits pertama yang beliau smapaikan pada waktu itu adalah Afsussalam wa ath’imu tho’am. Jadi mentraktir itu tradisi nabawiyah. Sering- seringlah mentraktir karena itu perintah Nabi, dan ini turunnya di Madinah pada saat menjelang mihwar daulah. Kira- kira di jaman kita inilah, di mihwar dakwah sekarang. Washilul arham dan sambung dhilaturrahim. Antum akan melihat nanti di akhir penjelasan saya nanti bahwa cirri- cirri orang maju itu salah satunya adalah kalau belanjanya dalam 3 hal lebih besar daripada belanja kebutuhan lauk- pauknya, salah satunya belanja komunikasi. Jadi kalau biaya pulsa kita lebih tinggi itu indicator yang baik. Itu artinya silahturrahim kita jalan. Jangan missed call, suruh orang telpon balik.

Keempat, Karena harta itu adalah hal- hal yang dibanggakan oleh manusia sehingga menentukan strata social. Antum akan lebih berwibawa dan didengar orang kalau punya uang. Apabila tidak punya uang, biasanya kita juga biasanya jarang didengar oleh orang. Misalnya dalam keluarga. Antum bersaudara ada 7 orang. Kalau kontribusi financial antum dalam keluarga itu tidak banyak dan bila antum satu- satunya da’I dalam keluarga, dakwah antum juga kurang didengar oleh keluarga. Karena disamping ingin mendengarkan nasihat yang baik orang juga ingin mendapatkan uang yang banyak. Hadiah- hadiah pada hari lebaran, infaq- infaq dan seterusnya dan itu biasanya melancarkan dakwah kita.

Saya hadir pada suatu waktu di sidang Ikatan anggota Parlemen Negara- Negara OKI. Setiap kali ada waktu bertanya yang paling pertama diberi kesempatan bertanya itu utusan dari Arab Saudi, sedangkan utusan dari Negara miskin seperti Maroko atau Tunisia biasanya tidak dapat giliran, kalau bukan sendiri yang angkat tangan. Masalah harta ternyat juga berpengaruh pada hal- hal seperti itu.

 

Pada tahun 1994 saya ke Jerman. Dua tahun baru selesai kuliah, disana saya bertemu dengan salah seorang ikhwah pengusaha yang punya beberapa supermarket disana. Dia datang menemui saya memakai Mercy. Saya protes kepada dia dengan semangat dakwah dan jihad, antum itu tega pakai Mercy, saudara-saudara antum di Palestina disana masih berjuang, antum hidup di Jerman ini pakai Mercy bagaimana ceritanya. Dia bilang nanti saya jelaskan, antum ikut saya saja dulu. Saya diajak keliling supermarketnya dulu. Orang itu memang kaya. Sudah keliling dia bilang, di Jerman ini kalau kau ingin ketemu seorang direktur, begitu kamu parkir mobil nanti direktur itu suruh sekretarisnya tengok dia itu pakai mobil apa. Jika kau tidak pakai Mercy nanti sekretarisnya bilang Direktur sedang tidak ada. Kalau kau pakai Mercy kau disambut baik-baik oleh mereka. Mercy ini wajib disini.

Itu hal- hal yang dibangga-banggakan oleh manusia. Dan itu berkali- kali disebutkan dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu sebagai Muslim saya ingin didengarkan orang, apalagi kita sebagai da’I kita perlu punya wibawa didepan orang. Sebagian dari wibawa itu juga dibentuk oleh kondisi financial kita.

Ulama- ulama kita juga meriwayatkan bahwa ternyata diantara hal- hal yang disenangi oleh wanita kepada laki- laki salah satunya adalah uangnya. Perempuan itu katanya menyenangi pada laki- laki kalau dia lebih pintar daripada si perempuan, kalau dia lebih kaya daripada perempuan, lebih kuat daripada perempuan. Dan kepemimpinan itu  

Kelima, harta itu salah satu sebab yang dapat membuat orang itu bisa bahagia didunia. Jangan lagi pernah bilang “biar miskin asal bahagia”. Sekarang perlu kita balik, “biar kaya asal bahagia”.

Saya ingat guru saya waktu SD selalu mencari kamuflase, bahwa walaupun kita miskin tetap bias bahagia. Memang bias, tapi susah. Adalagi yang bilang “uang tidak bias membeli cinta”. Memang tidak bias, tapi kalu kita jatuh cinta dan punya uang itu lebih enak. Rasulullah SAW realistis sekali ketika dia mengatakan bahwa diantara yang membuat orang itu bahagia adalah: Pertama, Istri yang sholehah, kedua, rumah yang luas, dalam hadits lain disebutkan kamar- kamar yang banyak. Menurut Syeikh Qordlowy yang disebut kamar- kamar itu minimal enam kamar. Satu buah kamar untuk suami istri, sebuah kamar unruk anak laki- laki, sebuah kamar untuk anak perempuan, sebuah untuk pembantu, dua buah kamar lainnya untuk kerabat suami dan istri yang dating menginap di rumah. Itu 6 kamar tidak termasuk dapur, ruang makan, ruang keluarga, ruang tamu, perpustakaan keluarga dan musholla. Kelanjutan dari hadits tiu, dan kendaraan yang nyaman.

Antum perhatikan Rasulullah mengatakan rumah dan kendaraan. Rumah itu adalah indicator stabilitas dan kendaraan itu adalah indicator mobilitas. Rasulullah mengatakan kendaraan yang nyaman bukan sekedar kendaraan. Naik angkot itu kendaraan tapi belum tentu nyaman, tapi kalau ada sedan yang empuk sehingga kita bisa rehat, itu lebih bagus. Pulang mengisi Liqa’, kalau kendaraanya nyaman  

Waktu saya tidak punya mobil, saya punya motor. Anak saya sekolah di al- Hikmah, jadi kalau pulang diantar sama keponakan saya, anak saya diikat, takut kalau tidur sewaktu- waktu bias jatuh dari motor. Saya bilang saya dosa kalau anak saya sampai meninggal, akhirnya saya menelepon teman saya, “tolong sediakan mobil untuk saya”. Itulah pertama kali saya punya mobil. Dosa kita, kasihan anak itu jatuh dari motor. Setengah mati kita pupuk- pupuk, kita lahirkan dengan baik, tapi mati karena kecelakaan begitu.

Kalau suaminya pengurus DPW dan istrinya aktif di salimah atau di Pos  

Qiyadah- qiyadah akhwat mengikuti daurah tingkat nasional kemarin di Jakarta. Coba bayangkan akhwat- akhwat kita sebagian besar sarjana. Waktu kuliah dia direkrut  

Jadi kalau akhwat kita yang sarjana itu setelah menikah disuruh jadi pembantu rumah tangga atas nama kesetiaan, ketaatan, cinta dan sejenisnya maka kita telah berbuat zalim terhadap SDM kita sendiri. Mungkin akhwat kita itu sabar- sabar, dia menerima keadaan. Tetapi walaupun dia menerima keadaan kita kehilangan potensi, kita kehilangan umur- umur terbaik.

Sebenarnya kalau dipacu untuk dakwah, untuk kepentingan lebih besar, lebih strategis, faedah yang didapat pun akan jauh lebih besar. Waktu kita ini tidak akan cukup mengerjakan hal- hal tersebut, maka belilah waktu orang lain. Hitung- hitung kalau beli tenaga pembantu kita buka lapangan kerja, kita bukan hanya mendelegasikan pekerjaan kita juga buka pekerjaan bagi orang lain.

Kira- kira itulah 5 alasan mengapa kita perlu kaya. Memang, walaupun kita miskin kita masih bisa bahagia, tapi itu jauh lebih susah. Bahkan terkadang kekayaan itu lebih mendekatkan orang kepada Allah SWT dibanding kemiskinan. Makanya Rasul mengatakan tentang minum susu, makan habbatussauda’, madu. Coba kalau antum, misalnya, tidur diatas kasur yang empuk dalam ruangan ber-AC, tidur 2 jam itu bias sangat nyenyak. Apalagi minum susu hangat sebelum tidur. Bangun pagi minum madu campur habbatussauda’.

Saya kira kita perlu memperbaiki dan melihat kembali pemahaman keagamaan seperti ini secara benar. Sehingga kita jangan menganggap kemewahan itu justru melelehkan orang tapi bikin nyaman. Inilah 5 alasan mengapa kita harus kaya.

Sekarang saya ingin lebih jauh menembus kembali mengapa kita miskin selama ini. Sebabnya kita miskin adalah: Pertama, karena kita memiliki pemahaman agama yang salah. Salah satunya 5 alasan tadi tidak beredar dikalangan kita. Sekarang coba kita tonton acara TV, nonton acara ceramah subuh di televisi. Kita akan lihat sebagian besar ceramah- ceramah televisi itu menyuruh orang- orang miskin itu semakin miskin atas nama kesabaran. Bahakan ada perang terhadap materialisme, karena kita harus zuhud sekarang. Pemahaman tentang kezuhudan itu salah satu pemahaman yang paling banyak merusak kita. Karena kita tidak tahu bedanya orang zuhud dengan orang miskin.

Imam Ghazali mengatakan orang zuhud itu adalah orang yang punya dunia lalu meninggalkannya dengan sadar. Orang miskin itu adalah orang yang ditinggal dunia. Kalau ada orang miskin tidak dapat makan lalu puasa senin-kamis itu bukan orang zuhud. Itu orang miskin yang berusaha memaksimalisasi kondisi keterbatasannya agar tetap dapat pahala. Daripada tidak makan dan tidak dapat pahala lebih bagus tidak makan dapat pahala. Orang zuhud itu orang pasca dunia kalau orang miskin itu orang pra dunia. Kita lihat Rasulullah SAW itu sudah kaya raya sebelum jadi Nabi.

Kemiskinan Rasulullah yang kita baca di hadits- hadits itu adalah kemiskinan atas pilihan. Itu adalah pilihannya karena dia punya misi yang jauh lebih besar, yakni: yang begini itu dia tidak perlu lagi, sudah selesai. Bahkan Rasulullah mengatakan semua nabi- nabi itu sebagian besarnya kaya. Tidak ada lagi nabi yang diutus setelah nabi Syu’aib melainkan pasti dia berasal  dar keluarga kaya dari kaumnya.

Rasulullah itu mengenal uang waktu umurnya 8 tahun, dia mulai kerja dan mendapatkan gaji. Pekerjaan pertamanya mengembala kambing. Umur 12 tahun dia sudah pulang pergi luar negeri ikut dalam bisnis keluarga. Umur 15 sampai 19 tahun ikut dalam perang sehingga punya pengalaman militer. Umur 20 tahun Rasul sudah jadi pengusaha investornya adalah Khadijah. Watu umur 25 tahundia nikah dengan investornya. Berapa maharnya? Seratus ekor unta. Berapa harga seekor unta sekarang? Jauh lebih mahal dari 1 ekor sapi. Kira- kira 10 juta 1 ekor unta jadi totalnya 1 Milyar. Anak muda 25 tahun punya uang cash 1 Milyar. Itu maharnya tapi yang disimpan itu masih ada.

Walaupun Rasulullah SAW setelah menjadi Nabi mengatakan sebaik- baik wanita adalah wanita yang cantik dan mahar yang murah, itu sebagai system tapi tradisi jahiliyah itu status. Oleh karena itu, waktu pamannya yang bernama Abu Thalib menyampaikan khutbah nikahnya sebagai sambutan keluarga pada pernikahan Rasulullah SAW, beliau mengatakan sesungguhnya orang Quuraisy tahu bahwa Muhammad salah seorang pemudanya yang terbaik, yang paling terhormat. Layaklah dia nikah dengan khadijah karena maharnya tersebut. Pemuda 25 tahun punya uang 1 Milyar, sedangkan kita 25 tahun baru selesai Perguruan Tinggi dan karya terbesar kita adalah menulis lamaran kerja. Ini pemahaman keagamaan yang beredar dikalangan kita yang membuat kita ini miskin.

Itu sebabnya di Zaman penjajahan dahulu para penjajah itu dengan sengaja menghidupkan kelompok- kelompok sufi ditengah masyarakat. Paham sufiyah dihidupkan supaya orang- orang miskin itu tidak pernah bermimpi menjadi kaya dan merasa benar bahwa dia miskin. Maka langkah pertama menuju kekayaan adalah perbaiki dulu pemahaman keagamaan kita.

Saya dahulu sekolah di pesantren 6 tahun, tempatnya dulu itu di hutan, bahkan tidak ada mobil lewat disana, kalau kita inginmendapatkan kendaraan umum kita harus jalan 3 km terlebih dahulu. Pada suatu hari ada badai dating dan menerbangkan seluruh atap gedung, masjid, dan seluruh benda yang ada disitu. Semuanya mudah diterbangkan karena bangunan yang ada adalah bangunan murah semuanya. Tiap hari kita makan hanya nasi dan kecap selama 6 tahun. Setiap kali kita makan, guru saya selalu bilang ini nasi akan membuat kamu besar. Cuma butuh waktu. Karena itu fisik saya kecil karena pada masa pertumbuhan kita tidak mendapatkan gizi yang baik dengan alasan latihan, sabar, perjuangan.

Waktu itu saya bilang ini sekolah sengaja disimpan jauh dari  

Waktu saya kuliah di LPIA juga belajar syariah namun tetap tidak ada yang mengajarkan kita pemahaman keagamaan yang benar tentang kekayaan.

Kedua, karena kita tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang tidak mengajarkan kita dasar- dasar yang benar untuk menegakkan kehidupan. Lihat kurikulum yang kita pelajari. Tidak satupun yang kita pelajari di sekolah itu benar- benar kita pakai dalam kehidupan real kita. Sekarang belajar bahasa Inggris sejak kelas 4 SD sampai
Perguruan Tinggi. Tahun pertama itu 10 tahun, tetapi TOEFL kita tidak bagus- bagus. Padahal bahasa itu adalah sarana komunikasi yang seharusnya menjadi basic. Begitu juga tentang uang. Kita tidak pernah sama sekali belajar disekolah tentang uang. Saya dulu belajar hitung dagang di sekolah tapi itu pelajaran yang paling kita tidak suka.

Jadi lingkungan pendidikan kita juga seperti itu. Setelah kita tarbiyah pun hal- hal seperti itu belum diajarkan. Mungkin karena satu hikmah ataupun lainnya yang tidak kita ketahui. Tetapi kalau kita membaca literature yang ditulis oleh Imam Hasan Al- Banna, sebenarnya perhatian kearah ekonomi itu justru malah lebih besar dari awalnya. Bahkan muncul gagasan ekonomi Islam itu adalah anjuran dari beliau. Salah satu rintisan dari beliau untuk memperbaiki kehidupan ekonomi ummat Islam. Oleh karena itu saya menganjurkan kepada ikhwah di kaderisasi untuk segera membuat materi tatsqif tentang uang, karena itu perlu.

Ketiga, karena kita ini memiliki ciri- ciri orang miskin dalam kepribadian. Ciri orang miskin:

Pertama, orang miskin itu tidak pernah bermimpi jadi orang kaya. Kalau kit abaca buku the millionaire mind (pemikiran milioner), di dalam buku tersebut disebutkan fakta bahwa di kalangan orang miskin itu berkembang ide- ide yang membuat mereka itu miskin. Salah satunya karena memang mereka tidak punya mimpi jadi orang kaya. Waktu sekolah saya pernah ikut kursus keterampilan membuat sepatu, jadi saya bisa membuat sepatu. Karena kita mindsetnya disiapkan untuk menjadi buruh, kalau tidak bisa menjadi guru bahasa Arab akhirnya menjadi tukang sepatu. Kita lihat rintisannya. Jadi kita tidak pernah punya mimpi untuk menjadi kaya. Contohnya, kalau kita lihat orang pakai mobil Mercy, tidak pernah terpikir oleh kita kalau kita juga ingin punya mobil Mercy. Yang terpikir oleh kita adalah tega-teganya orang ini pakai Mercy.

Pertama kali Ketua Majelis Syuro membangun rumah, banyak sekali ikhwah yang protes. Saya bilang kenapa kalian protes. Dia pinjam uang antum. Saya datang ke rumahnya, Masya Allah rumahnya bagus. Ya Allah berikanlah saya model rumah yang seperti ini. Kalau kita melihat mobil bagus, rumah bagus, hinggap sebentar di mobil itu, sapu baik- baik lalu berdo’alah.

Ketika tinggal di rumah mertua, saya bisa tinggal di tempat yang luasnya beberapa ribu meter. Cuma saya bilang, saya tidak ingin didominasi oleh mertua. Jadi setelah menikah saya bilang saya mau keluar dari rumah ini. Kata mertua saya, “Kamu mau tinggal dimana?” Itu urusan saya, satu tahun saya sudah tinggal di sini. Saya keluar. Lalu saya kontrak rumah. Rumah saya itu mirip kandang ayam, triplek- triplek saja.  

Setiap hari saya lewat di depan sebuah rumah besar halamannya luas. Kalau saya lewat rumah itu saya berjalan pelan- pelan sambil menunggu bis dari Al- Manar. Saya melewati rumah itu yang terletak di pojok halaman yang luas dan ada banyak pohon- pohonan. Saya usap itu temboknya. Alhamdulillah rumah itu menjadi rumah saya. Apabila saudara antum punya mobil, antum jangan marah padanya. Jangan Tanya uangnya dari mana. Jangan Tanya seperti itu. Antum pegang mobilnya, usap- usap mobilnya.

Sekarang kalau saya mau ke DPP tiap hari lewat Menteng, lewati rumah yang bagus- bagus, disitu juga ada masjid yang besar bernama Sunda Kelapa. Saya suka berdo’a juga disitu. Ya Allah, saya ingin tinggal disamping masjid ini, bagaimana caranya atur ya Allah. Syurga aja kita pinta, apalagi rumah. Suatu waktu saya pernah naik private jet punya Abu Rizal Bakrie waktu itu jauh sebelum era partai karena saya suka ceramah dirumahnya. Kita pergi naik private jet nya. Enak juga naik private jet. Saya berdo’a juga disitu. Saya juga ingin yang seperti ini karena enak. Syurga aja kita pinta apalagi seperti ini.

Kemarin Muraqib ’Am ditanya oleh kader. Kadernya protes, “Ustadz Hilmi anggota dewannya sudah mulai pada borju semuanya. Di jawab oleh ustadz Hilmi mereka tidak borju cuna menyesuaikan penampilan dengan lingkungan pergaulannya. Jadi kalau ikhwah pada kaya- kaya saya juga bahagia. Saya paling senang kalau ada ikhwah yang punya private jet, perlu didorong itu. Jadi kita tidak perlu belanja tiket lagi kalau ingin ke Riau. Tidak terikat dengan jadwal penerbangan regular. Dan saya Tanya harga private jet itu, setidak-tidaknya kita sudah tahu harga private jet itu.

Sewaktu-waktu saya naik mobil Land Cruiser punya teman saya, mobil saya Kijang. Saya bilang mobilmu lebih enak dari mobil saya. Dia bilang kenapa. Saya bilang saya pikir mobil saya itu lebih enak dimuka bumi, ternyata mobil bapak lebih enak. Memang mobil kamu apa, saya jawab Kijang. Dia bilang, “Oh itu mobil masa lalu saya”.

Ikhwah sekalian.

Karakter orang miskin itu harus kita hilangkan, itu sebabnya kita miskin. Karena tidak punya mimpi menjadi orang kaya.

Kedua, kita ini umumnya tidak ulet. Senang difasilitasi. Dan, ada karakter yang buruk di Melayu, pada umumnya senang diberi hadiah daripada memberi hadiah. Bahagia dan bangga kalau ditraktir makan daripada kalau mentraktir makan. Kalau kita ingin menjelaskan orang Cina lebih kaya dibanding kita di negeri ini, karena dia lebih rajin bekerja.

Saya pernah mengisi pelatihan di Telkom, saya suruh tulis mimpi-mimpi mereka semua. Saya kasih kertas besar, mereka menulis dan menggambar. Hampir semua mereka membuat gambar yang sama. Sebuah rumah disampingnya ada sawah-sawah, disampingnya ada masjid, kemudian ada pesawat terbang dan ada ka’bah. Saya suruh menjelaskan. Dia bilang nanti saya berharap insya Allah sudah naik haji sebelum pensiun, setelah pensiun nanti saya punya rumah di desa di sampingnya ada sawah- sawah, disampingnya lagi ada masjid. Jadi dia Ibadah kerjanya. Saya bilang bapak pensiun umur berapa. Dia bilang 55 tahun. Mau menghabiskan sisa umur di desa di samping masjid dan disamping sawah. Kalau bapak diberi umur 80 tahun oleh Allah SWT berapa sisa umur bapak, 25 tahun akan bapak habiskan disamping sawah. Begitu cara kita berfikir, kita menghindari tantangan.

Saya pernah ceramah di Direktur BULOG, dia mau pensiun dini, dia tinggalnya di Patra Kuningan dekat rumahnya Pak Habibie. Saya diminta mengisi ceramah dirumahnya tentang menajemen harta untuk lansia. Yang hadir itu angkatan 63 UGM dari Fakultas Ekonomi semuanya. Saya bilang bapak setelah pension nanti mau tinggal dimana. Dia bilang mau balik ke kampung halamannya di Solo. Saya Tanya Solonya dimana. Dia bilang agak ke pinggir sedikit. Dia sudah punya rumah disana disampingnya ada sawah- sawah, ada masjid, persis seperti gambar orang Telkom itu. Saya bilang kenapa tidak tinggal di  

Coba kita lihat waktu pendapatan kita berkurang yang kita lakukan itu adalah mereduksi dan mengurangi kegiatan kita supaya kita menyesuaikan diri dengan pendapatan, seharusnya ketika pendapatan kita berkurang bukan kegiatan yang kita reduksi tapi yang kita lakukan adalah tetap memperbanyak kegiatan dan menambah pendapatan. Jadi saya bayangkan kalau bapak di kasih umur 80 tahun, bapak akan tinggal di kampong itu selama 25 tahun. Sekarang saya coba menghayal- hayal kira- kira jadwal hariannya seperti apa. Jam 3 insya Allah dia akan bangun qiyamul lail sampai subuh dia sudah tidak tidur karena orang kalau sudah diatas 40 tahun kebutuhan tidurnya sebetulnya Cuma 2 jam, setelah subuh mungkin dia nanti wirid, setelah itu dia pergi jalan pagi, mungkin aktifitas jalan pagi dan lainnya selesai jam 7. Setelah itu dia mandi lalu sarapan dia baca Koran. Katakanlah selesai jam 9 setelah itu dia shalat dhuha. Setelah itu tanda Tanya karena tidak ada kegiatan yang dia lakukan. Lalu masuk waktu zuhur sebelumnya dia punya waktu 3 jam, setelah itu dia makan siang setelah itu dia bangun tidur siang, bangun ketika ashar. Ashar sampai maghrib dia lakukan duduk- duduk di teras minum kopi sambil memandang sawah. Sebelum maghrib dia mandi, setelah maghrib dia makan malam sampai isya mungkin dia mengaji. Setelah shalat isya melihat televisi sebentar setelah itu dia tidur lagi. Kita lihat tidak ada waktunya yang produktif. Orang ini 25 tahun menunggu kematian. Kematian itu tidak perlu ditunggu nanti dia akan dating sendiri kenapa kita tunggu- tunggu dia.

Kita lihat cara kita merencanakan hidup. Seharusnya di usia seperti itulah kita bekerja makin giat karena jadwal kita makin dekat. Kematian kita makin dekat bukan makin terserah tetapi begitulah pikiran yang ada pada orang- orang miskin. Orang- orang ini tidak ulet, menghindari tantangan, tidak ingin kerja kers. Karena itu rata- rata jadwal kerja orang miskin itu dibawah 8 jam. Sementara jadwal kerja orang kaya itu diatas 15 jam. Wajar kalau mereka jadi kaya karena jam kerja mereka juga banyak.

(Sambungan dari Bagian 2)

Oleh : Ust. Anis Matta, Lc

PKS di masa yang akan dating tidak bisa mengendalikan kehidupan ini semuanya kalau hanya berkuasa di Negara tetapi tidak menguasai pasar. Tidak mungkin. Sekarang ini kita akan menemukan secara individu, banyak individu yang lebih kaya dari Negara. Oleh karena itu gabungan dari beberapa individu justru dapat dengan mudah mengintervensi Negara dan memiskinkan Negara. Kalau kita hanya masuk ke dewan, padahal dewan itu hanyalah bagian kecil dalam panggung Negara, masih ada eksekutif masih ada yudikatif. Kita hanya punya sedikit di dewan itu, dan di dewanitu masih sedikit pula. Kita lihat daerah kekuasaan kita, dakwah ini ke depan hanya bisa menekan, menguasai, mengendalikan situasi kalau kita punya orang yang terdistribusi secara merata, memimpin Negara, memimpin civil society, dan memimpin pasar. Baru kita akan digjaya sebagai sebuah gerakan dakwah.

Ketiga, bagaimana kita memulai membangun kehidupan financial kita.
Pertama, perbaiki ide kita tentang uang. Ide itu adalah wilayah kemungkinan, “space of possibility”. Semua yang menjadi mungkin dalam ide kita pasti akan menjadi mungkin dalam realita. Ide itu adalah tempat penciptaan pertama sedangkan realitas itu adalah tempat penciptaan kedua. Jadi tidak ada realitas yang terjadi dalam kehidupan ini tanpa sebelumnya tercipta pertama kali dalam ide- ide kita. Sebelum pesawat terbang itu di ciptakan yang pertama kali dahulu adalah ide bagaimana manusia dapat terbang seperti burung. Jadi begitu sesuatu jadi mungkin dalam ide kita, ia bisa menjadi mungkin dalam kenyataan.

Sekarang perbaikilah ide- ide kita tentang uang. Belajarlah utuk mempunyai mimpi besar tentang uang. Belajarlah untuk membuat daftar rencana, Insya Allah ketika saya meninggal nanti saya mewariskan sekian banyak uang. Buatlah step ide ini luas. Karena kalau space of possibility kita ini luas maka space of reality kita jadi luas. Kalau kita lihat mobil, belajarlah mempunyai selera yang bagus.

Supaya ide- ide ini tumbuh dengan baik kita perlu dari sekarang membaca sebuah buku tentang uang. Bacalah buku diantaranya The Millionaire Mind, ada dua buku yang ditulis oleh penulis yang sama karena ini adalah risetnya. Selanjutnya The Millionaire Dead. Ini adalah penelitian yang dilakukan terhadap cara berpikir orang- orang kaya yang ada di Amerika. Kemudian buku One Minute Millionaire (Bagaimana menjadi Milliuner dalam 1 menit) dan ini juga punya website, kita bisa masuk websitenya, mereka punya psikotest kalau kita ingin mengetahui apakah kita punya talenta jadi orang kaya atau tidak.

Alamat websitenya www.oneminutemillionaire.com. Buku yang ketiga adalah semua buku Robert T Kiyosaki. Yang ke-4 ini buku lama tapi termasuk buku- buku awal yang dibaca orang tentang uang yaitu buku yang ditulis oleh Napoleon Hill, Think and Grow Rich, Berfikir dan menjadi Kaya. Buku terakhir ini adalah buku yang sangat lama karena diterbitkan pada tahun 80-an dan ditulis tahun 70-an, tapi menurut saya rasa masih masih relevan untuk dibaca. Ini buku- buku dasar semuanya bagi pemula. Dan saya rasa penting juga untuk mendapatkan landasan syar’I yang bagus tentang hal ini apabila kita baca juga buku yang ditulis oleh syeikh Yusuf Qordlowi tentang nilai- nilai moral dalam ekonomi Islam.

Perbaiki dahulu ide kita tentang uang, perbaiki tsaqafah tentang uang dan mulailah mempunyai mimpi besar untuk menjadi orang kaya, supaya kita Insya Allah naik derajatnya dari amil zakat menjadi muzakki. Supaya kita datang kepada orang jangan lagi bawa proposal, itu yang benar. Sering- seringlah ke tempat- tempat mewah, jalan- jalan saja untuk memperbaiki selera.

Saya punya 1 halaqah yang terdiri dari anak- anak LIPIA. Mereka datangnya dari kampong, dari pesantren semuanya. Saya tahu mereka membawa background, di backmindnya itu ada psikologi orang kampung yang tidak pernah bermimpi menjadi orang kaya. Saya Tanya kamu nanti setelah selesai dari LIPIA mau kemana? Mereka bilang Insya Allah kita mau pulang ke kampung mengajar ma’had, mengajar bahasa Arab. Suatu hari saya ajak mereka, hari ini tidak liqa’, tetapi saya tunggu kalian di Hotel Mulia. Saya ada di suatu tempat dan mereka tidak melihat saya. Saya suruh mereka berdiri di lobby. Mereka datang pakai ransel karena mahasiswa datang pakai ransel, diperiksa lama oleh security, karena penampilannya sebagai orang miskin dicurigai membawa bom. Saya lihat dari atas. Itu masalah strata, kalau antum datang pakai jas dan dasitidak ada yang periksa antum di ditu, karena yang datang pakai ransel tampang kumuh.

Kemudian mereka bertanya dimana antum ustadz, saya bilang antum tunggu saja disitu. Saya dekat mereka tapi mereka tidak bisa melihat, saya hanya memperhatikan apa yang mereka lakukan. Kira- kira 2 jam mereka saya suruh di situ, mondar- mandir di lobby. Minggu depan saya Tanya apa yang antum lihat disana. Orang lalu lalang, jawab mereka.

Saya Tanya, pertama, apakah ada satu orang yang lalu lalang yang antum lihat yang mukanya jelek, dia bilang tidak ada. Semuanya ganteng- ganteng semuanya cantik- cantik. Jadi ada korelasi antara wajah dan kekayaan. Makin kaya seseorang makin baik wajahnya. Kedua, ada tidak yang memakai pakaian yang tidak rapi kecuali antum. Dia bilang tidak ada, semuanya rapi. Jadi dengan latihan seperti ini pikirannya sedikit mulai terbuka. Karena ia membawa bibit dalam pikirannya untuk menjadi orang miskin. Sekarang Alhamdulillah mereka bertiga sekarang ini sedang kuliah di UI ambil S2 Ekonomi Islam.

Ikhwah sekalian jadi kita perbaiki insting kita. Pertama kali kita perbaiki tsaqafah kita. Jadi hadirkan buku- buku itu kedalam rumah dan mulai dari sekarang anak- anak kita juga mulai di ajari tentang uang. Ikutilah kursus- kursus tentang entrepreneurship supaya kita dapat memperbaiki dulu citra kita tentang uang.

Kedua, menyiapkan diri untuk menjadi kaya. Orang- orang kaya yang bijak itu mempunyai nasehat yang bagus, mereka mengatakan “sebelum anda menjadi kaya latihanlah terlebih dahulu menjadi kaya”. Hiduplah dengan hidup  

Langkah pertama perbaiki dahulu sirkulasi darah kita, olahraga dulu, supaya wajah segar makan yang banyak. Banyaklah makan yang enak, daging. Sering- seringlah makan yang enak.

Menurut Utsman bin Affan makanan paling enak itu adalah kambing muda. Setiap hari mereka makan kambing muda. Makan yang enak, olah raga yang bagus supaya wajah kita berseri. Syeikh Muhammad Al- Ghozali dalam kitab Jaddid Hayataka mengatakan kenapa orang-orang Barat itu pipinya merah, karena sirkulasi darahnya bagus, gizinya bagus. Sedangkan kita orang- orang Timur kalau ketemu itu auranya pesimis, tidak ada harapan. Biasakanlah kalau orang ketemu kita ada harapan yang terlihat, makanya kalau pilih warna baju pilihlah yang cerah- cerah.

Ibnu Taimiyah mengatakan ada hubungan antara madzhab dan batin kita, pakaian apa yang kita pakai itu mempengaruhi kondisi kejiwaan kita. Jangan pakai pakaian orang tua.  

Cukur rambut yang bagusbagus, cukur kumis yang rapi janggut dirapikan. Rapi, supaya kita kelihatan ada optimisme. Belajarlah sedikit latihan menatap supaya sorotan mata kita kuat, perlu sedikit latihan menatap. Misalnya di pagi hariatau sore hari menjelang matahari terbenam, antum tatap matahari dan tidak berkedip matanya. Kalau bisa antum bertahan 1 menit itu bagus. Latihan saja sendiri. Di dalam kamar ambil lilin, matikan lampu, antum tatap lilin dan matanya tidak berkedip dan tidak berarir. Nanti kalau sudah terbiasa pandangan matanya kuat. Jadi kalau olahraga teratur, sirkulasi udara bagus, pikiran jadi segar, tsaqafah kita bertambah mulai memakai pakaian yang cerah- cerah. Makanya Rasulullah itu senangnya memakai baju putih. Jangan pakai yang gelap- gelap atau warna yang tidak menunjukkan semangat hidup. Jangan juga berpenampilan seperti orang tua. Sekadar untuk menunjukkan kita ini kelompok orang- orang shaleh kita pakai baju taqwa, itu pakaian orang Cina.

Pakailah baju yang segar agar dapat menunjukkan bahwa kita ada semangat. Walaupun anda sudah berumur pun tetap pakai pakaian yang muda, jangan berpenampilan tua. Artinya kita harus merendahkan diri, sebab uban tanpa diundang dia akan datang. Jadi tidak perlu menua- nuakan diri dengan sekadar tampil kelihatan dewasa, tua, bijak. Tampillah sebagai anak muda yang gesit dan optimis.

Ketiga, bergaullah dengan orang- orang kaya, perbanyak teman- teman antumdari kalangan tersebut. Ini tidak bertentangan dengan hadits yang mengatakan bahwa bab rezeki lihatlah kepada yang dibawah dan jangan lihat yang ada di atas. Antum tidak sedang tamak ke hartanya, tetapi antum sedang belajar kepada mereka. Dahulu saya suka ceramah di kalangan orang- orang kaya.

Waktu saya ceramah di rumahnya Abu Rizal Bakrie yang saat itu sedang berduit- duitnya, saya duduk dalam 1 karpet, ketika krismon pada waktu itu, sekretarisnya bilang pada waktu itu, tahu tidak bearapa harga karpet ini. Saya bilang saya tidak tahu, saya pikir sajadah biasa. Dia bilang karpet itu harganya 100 ribu Dollar. Karpet kecil harganya 1,6 M.

Waktu saya selesai ceramah dikasih amplop, amplopnya tipis. Saya bilang sama sekretarisnya. Ini amplop kembalikan kepada dia. Bilang sama beliau saya Cuma ingin berkawan dengan dia. Dia belajar agama sama saya, saya belajar dunia sama dia. Kalau saya terima ini, nanti saya dianggap ustadz dan dia tidak dengar kata- kata saya. Saya mau bersahabat dengan dia. Jangan kasih saya amplop lain kali. Supaya kita bergaul. Setiap kali saya datang ke kelompok yang pengusaha kaya itu saya selalu menolak, saya tidak terima ini saya ingin bergaul dengan bapak, saya ingin jadi teman.

Alhamdulillah dari situ saya banyak teman dari kelompok orang- orang kaya, dan kalau datang kita belajar, saya bertanya sama mereka kenapa begini, bagaimana caranya, bertanya kita belajar. Memang di jurusan saya dia belajar dari saya kalau ada yang perlu dido’akan panggil saya, bisa. Tapi  

Jangan karena kita sering ceramah, terus semua orang kita anggap murid dalam segala aspek. Saya bergaul dengan orang- orang kaya dan saya belajar dengan mereka. Saya belajar bagaimana caranya bikin duit, bagaimana caranya bikin perusahaan sama- sama dan saya tidak malu. Bergaul dengan mereka itu dari sekarang. Jangan tamak pada hartanya tetapi ambil ilmunya. Jangan minder bergaul dengan orang kaya seperti itu.

Awal lahirnya reformasi, setelah kalah dalam pemilu 1999, kita Poros Tengah kumpul di rumahnya Fuad Bawazir. Semua orang diam, ada Amin Rais, Yusril, semuanya diam karena malu. Karenanya kita semua kalah, tadinya sombong semua. Pak Amin Rais mengatakan sebelum Pemilu “Nanti Golkar kita lipat- lipat, kita tekuk- tekuk, kita kuburkan dimasa lalu”. Tidak tahunya Golkar masih di nomor 2. Partainya Pak Amin rendah perolehan suaranya. Suara umat Islam rendah. Jadi berkumpullah orang- orang kalah ini semua dalam 2 hari.
Waktu itu Pak Amin sedang dikejar- kejar terus oleh Dubes Amerika untuk membuat pernyataan bahwa pemenang pemilu legislative yang paling layak jadi Presiden, tapi Pak Amin menghindar. Jadi saya datang ke rumah Pak Fuad Bawazier. Saya bilang Pak Fuad, saya ini bukan orang politik, saya ini ustadz. Yang saya pelajari dalam syariat kita ini kalau kita sedang kalah seperti ini jalan keluarnya adalah i’tikaf, kita belajar banyak istighfar, tilawah dan seterusnya. Jauhi dulu wartawan, mungkin dosa- dosa kita banyak sehingga kita kalah. Dia bilang bener juga ya. Cuma kalau kita i’tikaf di
 

Kalau begitu kita umrah. Antum ikut ya dari PKS umrah. 4 orang dari PAN, dari PKS sekitar 3 orang. 4 orang ini naik bisnis first class, sedang kita dikasih ekonomi. Yang beli tiket dia soalnya. Mau diprotes bagaimana. Kita Cuma dihargai begini, terima apa adanya dahulu. Tapi waktu itu dengan lugu datang menghadap Pak Fuad. Saya bilang Pak Fuad berapa harga tiket first class. Dia bilang pokoknya 2 kali lipat harga ekonomi. Jadi kalau tiket ekonomi pada waktu itu 1000 Dollar harga first class itu sekitar 2000 Dollar. Kenapa kita sama- sama di kelas ekonomi saja, dan selisihnya kita infaqkan untuk orang miskin. Ini  

Kita tidak tahu apa nilai yang berkembang pada orang kaya, kenyamanan itu adalah nilai pada mereka. Mereka menghemat energi, tenaga. Dan, angka besar pada kita itu angka kecil bagi mereka. Uang 1 Milyar 2 Milyar itu uang jajan. Kalau kita, belum tentu punya tabungan sampai mati seperti itu. Itu masalah cita rasa. Cita rasa pada orang kaya itu berbeda. Ini yang kita pelajari, yang dianggap besar oleh mereka adalah ini. Dengan begitu kita menjiplak sedikit emosinya. Karena dalam pergaulan itu, kalau kita bergaul dengan seseorang itu, kalau bukan api dia parfum. Kalau dia parfum dia menyebarkan wangi, kalau dia api menyebarkan panas. Orang jahat itu api, kalau antum dekat-dekat akan menyebarkan panas. Orang baik itu parfum, kalau antum dekat-dekat setidak-tidaknya bau badan kita tertutupi oleh parfum tersebut. Jadi ikut- ikut karena kita perbaiki selera. Jadi kalau antum punya waktu kosong jalan- jalanlah ke mall, lihat-lihat orang kaya tidak usah belanja, lihat-lihat saja dulu, memperbaiki selera.

Datanglah ke showroom mobil, datang ke pameran mobil. Lihat- lihat pegang- pegang. Rajinlah berdo’a. Bergaullah dengan orang kaya. Selain itu, rajinlah berinfaq walaupun kita miskin. Gunanya apa? Supaya antum tetap menganggap uang itu kecil dan supaya tidak ada angka besar dalam fikiran kita.

Misalnya kita punya 10 juta, infaqkan. Supaya antum meneguhkan, mesti ada yang lebih besar dari ini. Jadi angka it uterus bertambah di kepala kita, walaupun dalam kenyataannya belum. Tetapi dengan berinfaq seperti itu, kita memperbaiki cita rasa kita tentang angka. Bukan sekedar dapat pahala tetapi efek tarbawinya bagi kita akan bertambah terus.

Kita belum pernah merasakan bagaimana menginfaqkan mobil, sekali waktu kita berusaha untuk menginfaqkan mobil. Begitu antum punya uang sedikit terus berinfaq, terus seperti itu kita latih sampai menjaga jarak. Kita membuat sirkulasi jadi bagus.

Kelima adalah mulailah melakukan bisnis real. Terjun ke dalam bisnis secara langsung. Karena Rasulullah SAW mengatakan 9 per 10 rezeki itu ada dalam hal perdagangan.

Saya juga ingin menasehati ikhwah- ikhwah yang sudah jadi anggota DPR dan DPRD, jangan mengandalkan mata pencaharian dari gaji DPR dan DPRD. Itu bahaya. Sebab belum tentu kader-kader di Riau ini nanti masih menginginkan Pak Khairul untuk periode selanjutnya.

Belum tentu juga juga jama’ah menunjuk kita lagi sebagai anggota dewan, padahal  

Jatuh bangun waktu bisnis tidak ada masalah, terus saja belajar. Tidak ada juga orang langsung jadi kaya. Yang antum perlu terus berbisnis. Begitu juga dengan para ustadz, teruslah bisnis. Begitu juga dengan seluruh pengurus DPW-DPD dan seterusnya. Teruslah berbusnis. Lakukan bisnis sendiri sekecil- kecilnya. Tidak boleh tidak. Itulah sumber rezeki yang sebenarnya. Kalau antum mau kaya sumbernya adalah dagang. Rezeki itu datangnya dari 20 pintu, 19 pintu datangnya dari pedagang dan hanya 1 pintu untuk yang bekerja dengan keterampilan tangannya, yaitu professional.

Misalnya akuntan itu  

Waktu kita terjun ke bisnis, kita pasti gagal. Gagal pertama, gagal kedua, gagal ketiga, gagal keempat tapi teruslah jangan pernah putus asa. Saya punya patner bisnis. Dia mulai bisnis umur 16 tahun, semuajenis pekerjaan sudah dia lakukan. Pada suatu waktu dia mempunyai 38 perusahaan tapi dari 38 perusahaan ini hanya 6 yang menghasilkan uang. Kita lihat berapa ruginya. Jadi seringkali kita salah pandang terhadp orang kaya. Kita piker tangan dingin semua yang disentuh jadi uang. Ternyata tidak juga.

Jadi hal- hal seperti itu harus kita hadapi secara wajar jangan shock kalau rugi. Jangan berfikir dengan berdagang antum akan cepat kaya, yang menentukan antum cepat berhasil dalam dagang itu adalah secepat apa antum belajar. Cara belajar itu ada dua: baca buku atau sekolah atau bergaul dengan orang- orang sukses, nanti kalau sudah baca buku sudah bergaul dengan orang sukses masih gagal juga. Teruslah berdagang, teruslah bergaul, teruslah seperti itu karena setiap orang tidak tahu kapan saatnya dia ketemu dengan momentum lompatannya.

kan

professional, pekerja pintar, tapi kalau sumber rezekinya satu makanya uangnya terbatas. DPR juga begitu sumbernya satu, yakni gaji bulanan itu hanya 5 tahun. Itu pun kalau tidak di PAW sebelumnya. Jadi kalau saya ketemu dengan ikhwah dari dewan, hati-hati jangan sampai mengandalkan mata pencaharian dari situ. Selain itu potongan dari DPP, DPW, DPD juga besar. Untuk ma’isyah sendiri kita harus cari sumber lain.

gaya

hidup sudah berubah. Anak-anak kita kalau kenalan dengan orang, bapak saya anggota dewan padahal itu hanya sirkulasi. Jadi setiap kali kita mendapatkan pendapatan dari gaji karena pekerjaan seperti ini, kita harus hati- hati itu bahaya. Jadi pendapatan paling bagus itu tetap dari bisnis. Oleh karena itu, mulai sekarang itu belajarlah terjun ke dunia bisnis.

kan

masyarakat kita lagi susah. Dia ketawa dia bilang ya akhi, nanti ana infaq lagi insya Allah untuk orang faqir, tapi ana tolong dong di first class tidak mungkin ana turun di kelas bawah.

Indonesia

tetap saja diketahui wartawan.

kan

saya tidak punya ilmu bikin duit sebelumnya, saya perlu belajar dari orang yang ahli. Jadi dalam bab itu saya murid, dalam bab saya dia murid.

Ada

anak umur 25 tahun pakaiannya pakaian orang tua, bagaimana nanti kalau umurnya 50 tahun pakaiannya seperti apa. Tampillah sebagai anak muda.

gaya

orang kaya. Orang kaya itu optimis. Bagi orang kaya biasanya tidak ada yang susah. Bagi mereka semuanya mungkin, karena itu mereka selalu optimis. Jadi yang harus dihilangkan dari kita adalah pesimis. Saya punya seorang teman sekarang jadi kaya, dia datang ke Jakarta hanya sebagai pelatih karate dan tidak ada duitnya, tapi supaya tidak ketahuan oleh istrinya bahwa dia tidak punya pekerjaan, setiap habis sholat subuh dia pergi lari olahraga, setelah itu dia memakai pakaian rapi lalu keluar rumah. Dia juga tidak tahu mau kemana yang penting keluar rumah. Istrinya tidak tahu kalau dia tidak punya pekerjaan. Nanti dijalan baru ditentukan siapa yang dia temui hari ini.

Jakarta

. Dia bilang siapa yang bisa tahan tinggal diJakarta

setelah pension. Biaya mahal, anak saya sedang pada kuliah semuanya saya tidak kuat nanggung.

Ada

3 petak rumah, kalau kita bersin disini akan terdengar oleh semua tetangga. Lantainya sebagian itu berupa tanah dan saya pun tidak punya kasur. Saya punya kasur setelah anak ke-3 saya lahir. Istri saya kalau sudah hari Sabtu atau Minggu mengajak pulang. Saya tahu dia ingin balik kesana. Tapi kita belajar menata hidup kita sendiri, tidak tergantung dari orang.

kota

karenakota

itu neraka, disini kita hidupdengan cara yang benar. Waktu itu saya mau keJakarta

untuk kuliah, saya minta guru saya istikharah buat saya, satu bulan kemudian saya datang dan dia mengajurkan kepada saya untuk kuliah diJakarta

saja di LPIA, karena LPIA itu selingkar syurga yang dikelilingi oleh neraka. Itulah pemahaman keagamaan yang kita warisi.

kan

salah satu alasannya karena dia anshirut taqyir dan otaknya brilian. Banyak akhwat kita Indeks Prestasinya 4,1 begitu 10 tahun menikah, dia sudah tidak nyambung lagi dengan suaminya kalau bicara, karena dia mengalami stagnasi intelektual. Tiba- tiba dia mengerjakan semua semua pekerjaan pembantu rumah tangga, dia melahirkan juga, melayani suami juga, memasak juga, mencuci juga, dan kadang- kadang kita terbawa oleh romantika perjuangan, rasnya heroic melihat istri mencuci, suami pulang dakwah dalam keadaan lelah, istri dirumah mencuci, mengepel lantai. Sepuluh tahun kemudian kita dielus- elus oleh istri, kita piker sedang dipijit, padahal hanya dielus- elus karena tangannya dipakai untuk mencuci, jadi tangannya sudah bukan tangan ratu. Sementara suami pegang pulpen, pegang kertas karena sibuk mengisi halaqah, sedangkan pekerjaan yang kasar- kasar dikerjakan oleh istri. Sudah saatnya pekerjaan- pekrjaan begitu kita delegasikan kepada mesin. Jangan buang waktu di dapur, di tempat mencuci. Delegasikan kepada mesin. Kita ini orang- orang pilihan dari umat kita. Berapa banyak orang yang sarjana di negeri ini, sedikit. Makanya kalau capres syaratnya S-1 calonnya juga nanti sedikit. Saya tidak setuju kalau capres itu syaratnya S1, tamat SD pun bisalah. Sebagian besar orang ikut. Jadi yang bias merasakan pendidikan tinggi itu barang elit di negeri ini.

Wanita Keadilan

,

kan

perlu mobilitas juga. Masa suaminya pergi pakai mobil, sedangkan istrinya pergi rapat kemana- mana sambil gendong anak. Dia sudah hamil 9 bulan, merawat anak, malam tidak tidur. Kita zhalim juga terhadap istri kalau kita tidak memberikan hal- hal yang membuat dia nyaman dalam kehidupan. Untungnya waktu kita menikah dulu banyak akhwat kita yang tidak tahu hadits ini. Padahal dalam banyak pendapat di berbagai madzhab misalnya di madzbhab Imam Syafi’I, apalagi Imam Malik, kewajiban wanita itu yang sebenarnya hanya melayani suami dan mendidik anak, sedangkan pekerjaan rumah tangga, mencuci dan seterusnya itu tidak termasuk dalam kewajiban wanita.

kan

sedikit mengurangi kelelahan. Itu juga perlu garasi. Jika suaminya pengurus DPW, istrinya pengurus DPW, maka masing- masing perlu kendaraan juga. Kalau anaknya 7 siapa yang anatar anaknya sekolah, jadi minimal perlu 3 mobil.

kan

diberikan kepada laki- laki salah satu sebabnya karena kewajiban memberikan nafkah itu. Kalau kita ingin berwibawa didepan istri tolong kewajibannya ditunaikan dengan sempurna. Itu akan menaikkan wibawa kita didepan istri. Seorang istri itu tidak hanya membutuhkan seorang suami yang romantis tapi juga seorang suami yang romantis dan realistis.Ada

seorang akhwat berkata kepada saya, saya sebenarnya tidak materialistis tapi masalahnya kita realistis karena kita tidak bias hidup tanpa materi. Dan kalau materi kita sedikit maka hidup kita juga tidak akan nyaman. Sedikit banyak itu juga penting.

Indonesia

tiap tahun pergi haji. Rata- rata mengeluarkan 5000 dollar, coba antum kalikan berapa banyak uang yang beredar untuk melaksanakan satu ibadah. Belum lagi Jihad. Jadi kita tidak bias berjihad kecuali dengan uang. Misalnya kita diIndonesia

sekarang mau pergi ke Palestina untuk pergi berperang, tenaga kita tidak diperlukan karena tenaga sudah cukup dengan ada yang disana. Rasul Mengatakan “Siapa yang menyiapkan seorang bertempur maka dia juga dapat pahala perang”.

Indonesia

. Orangnya masih hidup sekarang. Dia punya private jet. Saking kayanya, dia suka main judi keLondon

. Pesawat private jet itu jenis Boeing. Jadi kalau pergi dia membawa rombongan, biasanya dia parker disana 1 minggu atau 2 minggu. Itu kalau parker,kan

bayar. Selama dia main judi, dia persilahkan teman- temannya yang ingin pakai pesawatnya, seperti layaknya meminjamkan mobil. Sekali main, biasanya bias rugi samapai 5 juta dollar, meskipun kadang- kadang untung 8 juta dollar. Sekali waktu mereka main kesana, sudah beberapa hari kangen dengan Nasi Padang. Dia bilang ke Pilotnya tolong keSingapore

beli NasiPadang

terus balik lagi keLondon

. Begitulah cara mereka mengunakan uang.

Indonesia

ini rusak salah satu indikasinya karena karena orang- orang shalehnya sebagian besar adalah para fuqara wa masakin. Ahlul Masjid dinegeri ini terdiri atas fuqara wa masakin. Bahkan sebagian besar orang mungkin mengunjungi masjid bukan karena benar- benar ingin ke Masjid, melainkan karena tidak punya tempat untuk dipakai mengaktualisasikan diri. Antum lihat orang- orang tua yang dating kemasjid biasanya orang yang kalah dalam pergulatan social. Kalau dia tentara, biasa setelah pension baru dia ke masjid. Kalau dia pedagang biasanya setelah dia bangkrut baru dia ke masjid.

Bandung

Ada satu kosa kata yang tidak masuk kedalam benak kita padahal itu sangat menentukan masa depan kita yaitu uang. Jika ada yang bertanya kenapa kita miskin maka jawabannya karena memang kita tidak belajar masalah uang.

kota

Pekan Baru ini.

pks adalah masa depan by Uat. Anis matta

PKS ADALAH MASA DEPAN….

 

 

 

“Saya rasa antum tidak perlu taujih, visi misi sudah jelas, kita hanya tinggal menunggu takdir baik kita di 2009”. Takdir bukanlah sesuatu yang kita ciptakan, akan tetapi ia sesuatu yang kita ‘ikut’ ciptakan. Antara kehendak kita yang kita harapkan bertemu dengan kehendak Allah.

2009 adalah tahun keajaiban bagi banyak orang, banyak orang-orang diluar PKS mengatakan 20% terlalu besar untuk PKS. Ikhwah di DPP bilang: “hanya keajaiban yang buat kita bisa dapat 20%”, saya bilang: “Maka keajaiban itu harus kita wujudkan 2009 nanti. Bahkan, kalau 20% itu keajaiban, maka kita ingin melampaui keajaiban itu. 20% adalah angka yang harus kita lampaui akhi.”

Kita adalah anak-anak muda. Anak-anak muda ada untuk menciptakan keajaiban, partai ini bertugas untuk ciptakan keajaiban. 20% adalah tugas sejarah untuk kita. Umar ibn Khotthob pernah mengatakan: “Setiap saya menghadapi masalah yang rumit, saya panggil anak muda”

SBY pernah ditanya: “kenapa minta didukung PKS?” jawabnya: “saya butuh dukungan moril dari PKS” –beliau tahu, bahwa kita ini tidak bisa diharapkan untuk dukungan dana, karena PKS gak punya duit.

Tahun ‘70-an Presiden Korsel Park Jung He ke aceh, dia lihat ayat Qur’an di sebelah Masjid Baiturrahman: “Innallaah laa yughoyyiru maa biqoumin, hatta yughoyyiru maa bi anfusihim” –beliau bertanya; “artinya apa?”, “Tuhan tidak mengubah keadaan suatu kaum, sampai kaum itu yang mengubah keadaannya sendiri”. Jadilah ayat itu dicatat, kemudian dibawa ke Korsel untuk dijadikan slogan resmi pemerintah; “Tuhan tidak mengubah keadaan Korea Selatan, sampai rakyat Korea yang mengubah keadaannya sendiri”. Padahal hanya satu ayat tapi luar biasa hasilnya sekarang. Kalau kita karena kebanyakan ayat, ada 6666, jadi bingung mau mulai dari mana.

Pendiri republik ini adalah anak muda, hanya saja pemuda yang memulai dan melaksanakan reformasi tidak memimpin reformasi. Ini yang salah. Ini menimbulkan ketidakpastian, maka inilah tanggungjawab kita untuk mengakhiri ketidakpastian. Mereka yang mengisi era pasca orba adalah orang yang menghabiskan 30 tahun hidupnya di orde baru, ini dalam bahasa manajemen disebut dismatch/diskontinu.

 

Karena Realitas Berubah, Tapi Pikiran Tidak Berubah.

 

Gaya kepemimpinan yang ditawarkan PKS adalah egaliter, demokratis. Dalam politik Indonesia belakangan, parpol tidak tawarkan sesuatu yang baru bagi masyarakat, sehingga Soeharto bisa naik kembali menjadi presiden Indonesia yang paling dicintai rakyatnya diantara presiden-presiden republik ini yang pernah ada. Kami menyebut masa ini sebagai: kepemimpinan nasional yang disconnecting dengan bangsanya sendiri. Orde lama demokratis tetapi tidak sejahtera, sedangkan orde baru sejahtera, tapi tidak demokratis. Maka, kita ingin padukan itu. Demokratis dan Kesejahteraan dalam sebuah neraca yang seimbang.

 

Maka Kami Tegaskan, Bahwa 20% ini Bukanlah Angka, Tetapi Simbol Dari Tekad.

 

Ketika Hasan Al Banna memulai dakwahnya di Mesir, saat itu Mesir masih dijajah Inggris. Imam Syahid mengawali dengan 7 sasaran dakwah, dan poin ke-7 adalah Ustadziyatul ‘Alam. Sebuah cita-cita besar yang jauh melampaui langkah kaki. Bangsa yang sedang dijajah ingin menjadi guru bagi peradaban manusia? Ini menghasilkan utopia, yang mana orang-orang bersahaja saat itu percaya bahwa hal ini bisa diwujudkan, meskipun tidak pada masa mereka.

Hampir seratus tahun kemudian, 80 tahun sekarang, IM menjadi jama’ah yang legendaris karena cita-citanya jauh mendahului langkah kakinya. Karena orang itu dipimpin bukan oleh seorang Al Banna, tetapi oleh ide-ide besar.

Seorang guru pernah membawa mangkuk besar kemudian diisi batu-batu besar sambil bertanya pada murid-muridnya: “Apakah mangkuk ini sudah penuh?” –sudah, jawab muridnya. Kemudian sang guru mengisi mangkuk itu dengan pasir, dan pasir itu memenuhi sela antara batu-batu besar, kemudian sang guru kembali bertanya: “Sudah penuhkah mangkuk ini?” –kali ini murid terpecah menjadi dua; ada yang bilang sudah, ada yang bilang belum, meskipun tidak tahu dimana belumnya. Kemudian guru itu menyiramkan air ke dalam mangkuk, dan air itu pun membasahi pasir dan memenuhi mangkuk itu sekali lagi.

Kemudian guru itu mengambil mangkuk yang baru, dan diisinya dengan pasir, sejenak kemudian ia berkata: “apakah mangkuk ini masih muat untuk batu2 besar ini?”-spontan para murid mengatakan :”tidak”, -“maka seperti itulah kepala kita, jika kita isi dengan hal-hal yang kecil, maka ia tidak akan pernah sanggup diisi oleh ide-ide besar. Fikirkanlah ide-ide besar, maka hal yang kecil akan termuat dengan sendirinya.”

 

Lalu Kenapa PKS Harus Diberi Kesempatan Memimpin Republik ini?

 

Jawabannya tidak ada kecuali karena satu hal: “Keadilan” ; karena jika kita sudah melihat para pemimpin lain sudah pernah gagal, tolong beri satu kesempatan pada kader-kader PKS untuk memimpin bangsa ini dan ikut gagal bersamanya. Tapi jika kita bisa mengubah kegagalan itu? Kita tidak butuh terima kasih dari Indonesia.

Islam dan keIndonesiaan harus menjadi satu, setiap jengkal wilayah teritorial republik ini adalah lahan dakwah kita. Islam dan keIndonesiaan ibarat isi dan kulit, ibarat makna dan kata.

Ini adalah cerita kita sekarang, cerita bagaimana kita mulai sejarah kemenangan dan menutupnya, cerita tentang bagaimana PKS menyiasati semua keterbatasannya. Memenangkan pemilu 2009 adalah tugas sejarah bagi PKS.

Jika kita membayangkan layar komputer atau display HP di masa depan. Fitur apakah yang kita inginkan terpampang sebagai fitur utama? Jika Layar komputer dan display HP itu adalah Indonesia, maka kita ingin PKS menjadi fitur utamanya.

 

PKS Adalah Fitur Masa Depan Indonesia.

 

Hal ini dikarenakan 2 hal : Ide besar dan great performance. Semua ini ada di PKS. Dan partai apapun yang mampu tawarkan solusi bagi Indonesia akan memimpin republik ini.

Banyak orang makan, sampah akan banyak, sampah adalah problem. Partai yang bisa memberikan solusi untuk sampah: adalah masa depan. 230 juta penduduk Indonesia dan terus bertambah, membutuhkan lapangan kerja, mengakibatkan pengangguran. Partai yang bisa memberikan solusi untuk pengangguran: adalah masa depan.

 

PKS Adalah Simbol Dari Ide-ide Besar dan Kinerja-kinerja Besar.

 

Soekarno mampu memimpin bangsa ini 20 tahun. Kenapa? Karena legendaris, berfikir tidak seperti orang lain berfikir, Soekarno memikirkan revolusi. Soeharto 32 tahun? Kenapa? Karena ide besar itu bernama pembangunan. Kenapa para Presiden republik ini yang menjabat setelah reformasi hanya bertahan 12-16 bulan? Karena mereka berfikiran pendek dan tak ada ”narasi besar” dalam fikiran mereka.

Penafsiran tunggal bahwa reformasi adalah antitesis dari orde baru adalah kesalahan. Orde lama dan baru memiliki kekurangan, sebagaimana mereka juga memiliki kebaikan. PKS adalah matchmaker, PKS mensintesa kebaikan-kebaikan periode sebelum reformasi. Kita mensintesa demokrasi dan kesejahteraan. Demokrasi orde lama yang mengeliminsai kesejahteraan, dan kesejahteraan orde baru yang mengeliminasi demokrasi.

 

Jika PKS Bisa Mewujudkan Sintesa Ini, Maka Kita adalah Masa Depan

 

PKS menggabungkan orde lama yang adil tapi tidak makmur, dan orde baru yang sejahtera tetapi tidak demokratis. Maka nama partai ini adalah Partai Keadilan Sejahtera. Jika sekarang kita membuat program “PKS mendengar”, sudah saatnya kita memulai ujung dari program ini, yaitu “PKS bicara”

Muhammad Iqbal dalam sebuah puisinya berkata:

Tuhan,

Ajarilah kami kembali ajaran tentang cinta.

Biar kami bisa kumpulkan lidi-lidi yang berserakan ini menjadi satu

 

Kita adalah Simbol Perekat yang Akan Memimpin Reformasi.

 

Lidi kita adalah lidi yang bersih, tapi belum mampu bersihkan kotoran. Kita harus bersatu dengan lidi lain yang meskipun masih kotor tapi kita membentuk sapu lidi bersama. Itulah yang dituntut dari PKS sebenarnya, tidak hanya bersih, tetapi juga membersihkan. Kenapa reformasi jalan di tempat? Karena semua orang yang punya potensi tidak tahu dimana tempatnya.

KPK anggarannya 78 M setahun, tapi uang yang dikembalikan ke pemerintah dari korupsi setahun 24 M. Kasus BI adalah uang 100 M, tetapi anggaran untuk mengembalikan kepercayaan pasar dan menstabilkan pasar akibat skandal itu yang harus dikeluarkan BI adalah 5,5 M $. Padahal 100 M itu hanya 10 juta $ paling banyak. Ini cara membunuh nyamuk dengan meriam.

Kita selalu menjadi yang pertama di tempat bencana, tapi sendirian disana tidaklah cukup, kita harus menjadi unsur perekat yang membuat seluruh warga Indonesia peduli, itu baru cukup.

Berkumpul tanpa dipimpin itu seperti kita hadir dalam sebuah dauroh atau acara seperti ini, tempat sudah penuh, tapi tidak ada yang membuka dan memimpin acara, tak ada yang dikerjakan bersama, semua hanya datang dan berbicara diantara mereka tentang kebaikan dan kerja bersama. Perkumpulan tersebut adalah sia-sia.

 

Maka Matchmaker Ini Harus Dibarengi Dengan Satu Kemampuan Lain: Inovator

 

Inovator adalah berfikir lebih cepat. Fikiran kita mendahului langkah kita dan langkah orang lain, bahkan langkah semua orang di republik ini. Seorang ulama dakwah menyatakan : “Jika satu jama’ah itu hanya dipenuhi oleh massa yang banyak, maka jama’ah itu akan punya jangkauan tangan dan kaki yang panjang tapi jangkauan mata yang pendek, sehingga sering tersandung dan jatuhlah jama’ah itu. Sebaliknya jika sebuah jama’ah itu hanya punya massa yang sedikit, meskipun banyak intelektual maka jama’ah itu akan memiliki jangkauan mata yang luas tetapi jangkauan tangan yang pendek, sehingga hanya bisa berangan-angan tapi kemudian bersedih”

Maka Ibnu Qayyim mengatakan tidak boleh melihat akhwat, karena itu akan mewariskan kesedihan. Pandangan mata akan diikuti hasrat, tetapi hasrat diikuti ketidakberdayaan. Maka ia hanya akan mewariskan kesedihan.

Kita memiliki semua yang dibutuhkan masyarakat; massa besar, tertib, santun, militansi, visi misi, kesetiaan, ketaatan, semua.

Mengapa Zhilal itu legendaris? Karena ia mengembalikan makna wahyu, bahwa al-Qur’an diturunkan ayat demi ayat untuk menjawab setiap dimensi kemanusiaan yang terjadi dikalangan sahabat. Bahwa wahyu selalu mendahului langkah kaki para sahabat.

Dua tahun sebelum fathu makkah, Allah sudah menurunkan ayat: “inna fatahna …” –jika sampai masanya kalian akan masuk baitullah dengan aman. DR. Said Ramadhon al Buthi dalam Fiqhu Shirah menjelaskan bahwa pada saat ayat tersebut diturunkan, mayoritas sahabat tidak tahu apa arti dari ayat tersebut. Sampai mereka mengalaminya 2 tahun kemudian dan tersadar bahwa Al-Qur’an telah mendahului mereka.

Perang Uhud sudah diramalkan 1 tahun sebelumnya pada surah Al-Anfaal, Allah sudah memperingatkan kaum muslimin agar tidak tergoda. Kenyataannya setelah perang itu benar-benar terjadi dan menyebabkan Hamzah bin Abdul Mutholib –paman nabi, Mush’ab bin Umair –sahabat yang sangat dicintai Nabi, dan 70 sahabat syahid. Allah tidak kemudian menghinakan, tetapi turun ayat “laa khoufu, walaa tahzanu…”

PKS akan menjadi inovator hingga nanti di republik ini masyarakat non-muslim akan mengatakan: “Perbedaan agama sudah tidak relevan sekarang”, dan masyarakat Muslim akan mengatakan: “Memang andalah yang menampilkan Wajah Islam dengan benar”

7 Kata kunci strategi pemenangan pemilu 2009 tidak perlu dihafal sebagaimana antum hafalkan al-Fatihah. Hanya butuh keyakinan & senyuman, kemudian rasakan aura kemenangan dan sebarkan itu kepada para kader dakwah.

Itulah yang dirasakan para sahabat yang berperang bersama Kholid bin Walid, mereka tidak pernah bertanya strategi, taktik, tahapan seperti apa. Berperang bersama akh Kholid saja itu sudah cukup. Begitulah semangat dengan keyakinan.

Khalid bin Walid ketika membebaskan Palestina diajak berunding oleh para pendeta, pendeta itu tahu bahwa mengalahkan Khalid dalam peperangan adalah mustahil, maka mereka berniat meracun Khalid bin Walid. Khalid tahu persis itu yang para pendeta itu lakukan, akan tetapi Khalid tetap meminum air beracun itu untuk mengatakan pada musuh Allah itu: ”Dengan izin Allah, racun ini tidak akan membunuhku”, sambil membaca do’a yang setiap hari kita baca dalam ma’tsurat: “Bismillaahilladzii laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi walaa fis samaa’ wahuwas samii’ul ‘aliim”

Di Afrika, semua rusa bangun di pagi hari dengan satu kesadaran, bahwa jika mereka tidak berlari lebih kencang dari singa, maka mereka akan mati dimakan. Di Afrika, semua singa bangun di pagi hari dengan satu kesadaran, bahwa jika mereka tidak berlari lebih cepat dari rusa, maka mereka akan mati kelaparan.

Di Indonesia, semua petinggi partai lain bangun di pagi hari dengan satu kesadaran, bahwa jika mereka tidak berlari lebih cepat dari PKS, maka konstituen mereka akan habis, dan PKS akan menang di 2009.

Kita telah menyampaikan pesan pada mereka melalui ratusan pilkada di daerah, bahwa setiap kita menang, kita memperolehnya dengan sarana yang pas-pasan. Dan ketika mereka menang, mereka membayarnya dengan harga yang terlalu mahal. Pesan itu telah jelas di kepala mereka: “Pertarungan jangka panjang melawan PKS bukan suatu pekerjaan yang mudah”. Dalam keadaan miskin saja mereka harus setengah mati kalahkan kita apalagi jika keadaan kita besok lebih baik daripada sekarang ini?

Sekarang ini pesan-pesan ini telah sampai, pasca Mukernas (di Bali) bahkan orang partai lain sudah berfikir: “PKS sudah masuk kandang kita”. Top ten media adalah Mukernas, 5 dari narasumber terbanyak yang dihubungi selama pekan ini oleh media adalah PKS.

 

Dan Ini Semua Hanya ‘Isyarat Pendahuluan’.

 

Sejarah seperti apa yang ingin kita tulis? Mari berimajinasi, saat 20, 30, 40 tahun lagi guru SD IT bercerita tentang sejarah hari ini kepada cucu-cucu kita, “Dahulu kala.. ada sebuah partai..”. Maka ending cerita ini jelas, bahwa 20% adalah tugas sejarah untuk kita.

Sepanjang tahun saya selalu ditanya oleh Suara Pembaharuan dengan pertanyaan yang sama: “Apakah anda ingin membuat partai lagi jika PKS tidak lolos ET?”, maka saya menjawab: “jika 1999 kemarin kita tidak lolos kemudian kita membentuk PKS, maka 2004 kami akan membentuk Partai Keadilan dan Sejahtera dan Kebahagiaan, dan jika 2009 kita masih tidak lolos juga, kami akan membentuk Partai Keadilan dan Sejahtera dan Kebahagiaan serta Kehormatan”

 

Wa antum a’lamu inkuntum mukminiin, kemudian pertanyaan itu sekarang berubah: “Apakah PKS siap memimpin republik ini?”… kita menjawab: “20% adalah cerita yang kita buat hari ini” ■

Buakan Karena Kita Menang Pemilu saja Kita memimpin by Ust. Anis Matta

Jadi waktu kita berhadapan dengan mereka, yang ada di kepala kita itu bagaimana mendayagunakan sumber daya semuanya untuk kepentingan proyek ini. Itu sebabnya kenapa narasi itu kapasitas yang tidak boleh hilang dari kita karena itu syarat utama jadi leader, kapasitas kita gabung antara kita dengan orang. Tapi untuk ide mesti dari kita itu, itu kuncinya, inilah yang menjelaskan kenapa soekarno memimpin semuanya, dia yang punya ide yang lain semuanya ikut, datang dengan kapasitasnya masing-masing, kita yang punya project, kita yang punya narasi dan kita yang punya ide dan orang lain datang. Nah untuk tidak terlalu banyak ada bagusnya antum endapkan dulu.

Hidayat nur wahid : contoh seorang pemimpin

http://www.zyrex.com

Telat Datang, Hidayat Nur Wahid Duduk di Barisan Belakang
Didit Tri Kertapati – detikNews


Foto: Dok. detikcom

Jakarta – Ketua MPR Hidayat Nur Wahid datang terlambat pada acara pembekalan caleg nasional PKS. Hidayat langsung masuk ke ruangan dan duduk di kursi barisan belakang, yang merupakan barisan wartawan.

Hidayat tiba sekitar pukul 11.30 WIB dengan mengenakan batik lengan panjang. Setelah duduk di kursi bagian belakang, Hidayat langsung menyalami wartawan yang ada disebelahnya. Wartawan itu langsung kaget.

“Wah aku kaget juga pas dia duduk di sampingku,” ujar seorang wartawan kepada detikcom, di Komplek Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (3/9/2008).

Sadar Hidayat duduk di bagian belakang, beberapa kader PKS menyalami Hidayat dan mengucapkan selamat datang dengan bahasa Arab. Seorang kader sempat mempersilakan Hidayat untuk duduk di depan, tapi ditolaknya.

“Biar saja, terlambat duduknya di belakang,” kata mantan Presiden PKS itu menanggapi tawaran tersebut.

Ketika ada wartawan yang mencoba memanfaatkan kesempatan tersebut untuk wawancara, Hidayat menolak dengan menunjuk ke arah depan. Itu artinya Hidayat ingin menyimak dahulu ttausiyah dari Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminudin.

Namun sampai Presiden PKS Tifatul Sembiring memberikan tausiyahnya, Hidayat menolak juga ajakan Tifatul untuk pindah ke kursi bagian depan. Hidayat pun tetap duduk di belakang sampai acara selesai.(ddt/nik)

motivasi ustad arqom

Alhamdulillah , ikhwah fillah hari ini kita bertemu dalam majelis dimana pekerjaan pekerjaan besar dakwah kita di jawa timur diputuskan secara kolektif. Dalam posisi dimana kita adalah para pemimpin dakwah maka kualitas kita dalam berpikir dan bertindak serta kualitas keputusan keputusan yang kita hasilkan bersama amat bepengaruh pada pencapian pencapaian keberhasilan dilapangan dakwah kita .

Secara strategis saya ingin mengajak kita semua yang hadir disini memikirkan beberapa persoalan penting berikut :

1.Visi Besar Kader
Sebagai pribadi pribadi yang tumbuh dan dibesarkan dalam medan dakwah tentu visi besar kita sebagai kader adalah : TAMKINUD DAKWAH
Tentu kita sama sama memahami akan firman Allah di surat An-Nur : ayat 55 berikut :

”Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Diayat ini Allah berjanji diantaranya adalah bahwa Dia akan men TAMKIN dakwah Islam dalam kehidupan kita .DR Ali Muhammad Ash Shalabi dalam Fiqh At Tamkin wa An Nashr memberi definsi TAMKIN (dg mengutif pendapat beberapa tokoh pergerakan dakwah )sebagai berikut :

1.Ustad Muhammad Sayid Muhammad Yusuf dalam At Tamkin li al Ummah al Islamiyah fi Dhaw al Qur’an al Karim : Studi tentang sebab sebab yg menyebabkan kekokohan dan kekuatan ummat ini , serta pilar pilar yg bisa mengembalikan ummat ini pada kekokohan dan kemapanan , juga hambatan yg menghadang proses menuju kekohan dan kemapanan ….
2.DR.Ali Abdul Halim dalam Fiqh Al Dakwah ilaa Allah : ………..Kekokohan ini diawali dg adanya kemenangan , kekuatan dan kekuasaan yg disertai adanya rasa aman setelah adanya rasa takut yg mencekam
3. Fathi Yakan dalam Al-Mujtama’ no 1249 6 Muharram 1418 H atau 13 Mei 1997 :Tamkin adalah sampainya pada kondisi kemenangan ,memiliki kekuatan yg cukup serta memegang tampuk kekuatan dan kekuasaan ,juga dukungan publik ,simpatisan dan pengikut .Ini bentuk pengokohan eksitensi diatas bumi dan kemuliaan dalam semua urusan

Yang perlu kita pikirkan sebagai pemimpin dakwah kemudian adalah bahwa TAMKIN dari Allah itu tidak akan terwujud manakala kita belum mampu merealisir Sebab Sebab Tamkin . Mengutip DR Ali Muhammad Ash Shalabi lagi ,Sebab Sebab Tamkin adalah sebagai berikut :

A.Sebab Maknawi
1.Mempersiapkan Individu Rabbaniyyin
2.Mencetak Qiyadah Rabbani
3.Memerangi Sebab Sebab Perpecahan
4.Mengambil Akar Persatuan dan Kesatuan

B.SebabSebab Material
1.Membangun Konsentrasi ,Spesialisasi,dan Pusat Pusat Riset
2.Melakukan Perencanaadan Manajemen
3.Memersiapan Ekonomi
4.Mebangun Persiapan dalam Bidang Informasi
5.MebangunPersiapanKeamananTamkin

2.Pembaruan Diri secara Terus Menerus
Ikhwah fillah kaidah kepemimpinan mengatakan: perubahan kualitas pemimpin berarti perubahan kulitas kinerja organisasi, ujungnya ujungnya tentu saja adalah percepatan pencapaian cita cita dakwah kita . Pada salah buku John Maxwell yg sempat saya baca (DEVELOPING THE LEADER WITHIN YOU) , rasanya apa yang diungkapkannya ada benarnya bahwa lima dari dua belas masalah bagi seorang pemimpin berikut ini ada hubungannya dg ketidak sediaan untuk berubah .Itulah yg menimbulkan masalah bagi organisasinya.Seorang pemimpin yg bermasalah …..
*Punya pemahaman yg buruk atas orang lain
*Kurang imajinasi
*Punya masalah pribadi
*Mengalihkan tanggung jawab
*Merasa aman dan puas
*Tidak terorganisasikan
*Mudah meledak kemarahannya
*Tidak mau mengambil resiko
*Merasa tidak aman dan defensif
*Tidak mau bersikap lentur
*Tidak punya semangat tim
*Melawan perubahan

Memang tuntutannya kemudian adalah kesediaan kita untuk secara sadar terus melakukan pembaruan diri . Secara teknis dibeberapa forum pertemuan kader saya mengajukan formula pembaruan diri sebagai berikut :
Langkah Pertama :
Menerapkan satu perencanaan mingguan dan menyediakan sedikit waktu padaMinggu malam misalnya , untuk berhubungan dg visi anda .Visi anda akan berperan sebagai mercusuar pribadi ,menawarkan bimbingan dan menjaga agar anda tetap berada diarah yang benar
Langkah Kedua
Menelaah kemenangan tahunan anda -tujuan tujuan yg telah ada tentukan harus anda capai tahun ini – untuk tetap bergerak maju .
Langkah Katiga
Proses memingkirkan serangkaian kemenangan minggua, atau tujuan tujuan kecil yg harus anda capai dalam minggu mendatang
Langkah Keempat
Mengharuskan anda menjadwalkan nya dalam hari hari anda dg menerapkan teknik pemisahan waktu strategis .Jadwalkan setiap aktivitas ke dalam hari yg ditetapkan untuknya dan pastikan bahwa aktivitas itu dilakukan .
Langkah Kelima
Perenungan Teratur :Saat anda merencanakan minggu yg akan datang ,ambilla beberapa saat untuk secara mendalam mempertimbangkan minggu yg baru saja anda lalui .Apakah anda melakukan apa yg anda rencanakan , pada saat anda merencanakan untuk melakukannya .Bila tidak ,mengapa tidak ?Apakah yg akan anda lakukan secara berbeda bila anda memiliki kesempatan untuk menjalani minggu tersebut sekali lagi?

3.Karena kita adalah Pemimpin

Ikhwah fillah mungkin tidak banyak yang serius diantara kita memikirkan kalimat waj’alna lil muttaqiina imaama . Tapi coba simak pernyataan Bernard Lewis seorang orientalis Yahudi berikut : “ Sesungguhnya ketidakadaan pemimpin modern terpelajar ; pemimpin yang benar benar melakukan semua pengabdiannya untuk Islam , sesuai dengan tuntutan zaman baik dalam bidang pengetahuan maupun organisasi , telah membelenggu gerakan Islam untuk menjadi kekuatan yang menang . Maka hendaknya pemimpin semisal ini dicegah kemunculannya , untuk menjadi sebuah sebuah kekuatan yang mengendalikan kekuatan dunia Islam .Gerakan ini sangat mungkin untuk berubah menjadi sebuah kekuatan politik yang besar jika ada pemimpin pemimpin yang kapabel untuk itu “ Sementara orientalis lainnya Montgomery Watt yang berkebangsaan Inggris mengatakan :” Jika didapatkan seorang pemimpin yang cocok yang berbicara sesuai dengan Islam , maka sangat mungkin bagi agama ini untuk muncul kembali sebagai sebuah kekuatan politik terbesar didunia “ .

Nah iya kan . Oleh karena nya mari kita mulai perubahan dari posisi kita sebagai pemimpin. Bismillah .

MOTIVASI KEPEMIMPINAN UST.ARQOM

Ikhwah dan akhwat fillah
Mari kita simak fakta fakta berikut .

1. Ketika Nabi kita memimpin operasi militer pada Perang Badar di tahun 624 M kekuatan pasukannya masih terdiri dari 313 dengan perlengkapan tidak memadai dan 3 ekor kuda .
2. Setahun kemudian ketika terjadi Perang Uhud armada terpur beliau sudah berjumlah 700 orang dengan 100 orang diantarnya telah mengenakan pakaian perang lengkap serta dilengkapi dengan 50 pasukan berkuda dan 50 pasukan pemanah
3. Pada saat terjadi Perang Ahzab ditahun 627 M armada tempur yang beliau pimpin sudah berkekuatan 3000 orang
4. Dan ketika Mekkah ditaklukkan pada Perang Fathu Makkah di tahun 630 M beliau secara menakjubkan telah memimpin pasukan sebanyak 10.000 orang
5. Lalu dua bulan setelah Perang Fathu Makkah itu pada Perang Hunain beliau telah memiliki kekuatan militer sebanyak 12.000 orang .
Ikhwah dan akhwat fillah .
Apa sesungguhnya yang menjadi kunci sukses bagi pertumbuhan kemampuan dan kekuatan militer generasi Islam pertama ini ? Afzalur Rahman ( bukan Fazlur Rahman ) menganalisi fenomena ini dalam Muhammad as Military Leader sebagai buah dari kekuatan kepemimpinan beliau .

Memang keberhasilan dari suatu operasi militer akan secara alamiah tergantung pada kreativitas kreativitas tertinggi dari pemimpin militer .Kemenangan akan dicampai tergantung pada bagaimana seorang pemimpin militer dapat menggunakan faktot factor tersebut dalam operasi strategis militernya dan diatas semuat itu , mengerjakannya sebelum dan lebih baik dari musuh musuhnya .Ia juga bergantung pada bagaimana sang pemimpin dapat mengorgansir serangan serangannya , juga memelihara kerahasiaan rencana rencana tempurnya , lebih baik dan lebih efektif dari musuh musuhnya. Sebagaimana ia juga bergantung pada kemampuan nya dalam memanfaatkan sumber daya tempurnya yang terbatas dan minimal untuk meraih kemenangan maksimal. Nah Nabi kitia dianugrahi kapasitas untuk melakukan fungsi kepemimpinan itu semua .

Pengamatan lebih makro disampaikan oleh seorang intelektual Amerika kelahiran Palestina Jhon L Esposito dalam Islam The Straight Path : “ Yang paling mencengankan tentang perluasan Islam dimasa awal adalah kecepatan dan keberasilannya .Para pakar Barat merasa takjub akan hal ini ….Dalam sepuluh tahun pasukan Arab menaklukkan angkatan perang Bizantium dan Persia dan menguasai Irak , Suriah , Palestina , Persia dan Mesir .Pasukan Muslim tampi sebagai penakluk yang sulit terkalahkan dan penguasa yang berhasil , pembangun dan bukan perusak …”( 1998 , hal 33 ) .

Ikhwah dan akhwat fillah

Disinilah kita kemudian semakin menyadari perlunya semakin mengembangkan kapasitas kepemimpinan kita sebagai jajaran qiyadah ditingkat wilayah .

Sejujurnya saya harus mengatakan bahwa kita selama ini :
1. Menjalankan tugas tugas kepemimpinan itu tampa banyak dibekali bagaimana caranya memimpin .
2. Secara bertahap kemudian kita tidak menyadari bahwa salah factor yang berpengaruh bagi tidak optimalnya performa kerja kolektif kita adalah lemahnya kapasitas kepemimpinan kita .
3. Dan seluruh upaya untuk meningkatkan kapasitas kepemimpian kita dijajaran qiyadah sering kali berbenturan dg sikap kita yang secara keliru menganggap diri kita sendiri sudah cukup memiliki kapasitas kepemimpinan .

Ikhwah dan akhwat fillah

Bukanlah sebuah kebetulan kalau kemudian Allah lebih banyak menceritakan kepemimpian Musa As. terhadap bangsa Bani Israel dibandingkan kisah kisah kepemimpinan yang lain . Dan kalau Allah juga di Al Quran menceritakan kisah perjuangan Ibrahim As , Yusuf As dan Sulaiman As maka dari ketiga pribadi ini kita juga banyak belajar soal kepemimpinan .

Ikhwah dan akhwat fillah

Seluruh studi studi kepemimpinan baik terhadap literature Islam maupun literature diluar Islam sampai pada sebuah kesimpulan bahwa apa yang dilakukan oleh para pemimpin besar yang sukses pasti meliputi 5 hal berikut :

1. Menunjukkan Keteladanan dan Karakter Pribadi : kebiasaan – integritas – kepercayaan – pemikiran
2. Menentukan Arah Perjuangan – Usaha – Kerja : visi – cita cita – harapan bersama
3. Membangun Kemampuan Organisasi : membangum personal – membangun tim dan mengelola perubahan
4. Memobilisasi Komitmen Orang Orang yang Dipimpinnya : melibatkan orang lain untuk bekerja dengan loyal

Ini bisa dimengerti karena sesungguhnya pemimpin itu memeiliki empat peran vital
1. Panutan : Ia harus menjadi contoh dalam seluruh totalitas kepribadiannya .Disini kita harus merujuk pada seluruh muwashofat kekaderan kita .
2. Perintis : Bersama –sama menentukan arah yang akan dituju.Wujudnya berupa Renstra dan RKT yang kita susun secara kolektif
3. Penyelaras : Menyusun dan mengelola sitem agar tetap apada arah yang telah ditetapkan .Pada bagian ini umumnya kita melakukan pekerjaan pekerjaan manajemen .
4. Pemberdaya : Memfokuska pada upaya peningkatan kapasitas dan kualitas orang orang yang dipimpinnya agar mampu melaksankan tugas tugas yang diembankan kepadanya .

Ikhwah dan akhwat fillah , demikianlah arahan yang sederhani ini , yg saya tujukan pertama tama untuk saya sendiri , dan setelah itu untuk kita bersama yang hadir maupun yang tidak hadir bersama kita hari ini .

Harapan saya , semoga kita mau menyediakan cukup waktu dan memiliki semangat yang tinggi untuk semakin bersungguh sungguh mengembangkan kapasitas kepemimpinan kita besama. Amiin

MOTIVASI UST.ARQOM

Ikhwah dan akhwat fillah seperti yang pernah saya sampaikan pada kesempatan ketika saya menyampaikan taujih di forum ini beberapa pekan yang lalu , bahwa peran seorang pemimpin itu ada 4 yaitu :
diminta
1. Panutan : Ia harus menjadi contoh dalam seluruh totalitas kepribadiannya .Disini kita harus merujuk pada seluruh muwashofat kekaderan kita .
2. Perintis : Bersama –sama menentukan arah yang akan dituju.Wujudnya berupa Renstra dan RKT yang kita susun secara kolektif
3. Penyelaras : Menyusun dan mengelola sitem agar tetap apada arah yang telah ditetapkan .Pada bagian ini umumnya kita melakukan pekerjaan pekerjaan manajemen .
4. Pemberdaya : Memfokuska pada upaya peningkatan kapasitas dan kualitas orang orang yang dipimpinnya agar mampu melaksankan tugas tugas yang diembankan kepadanya .

Nah mari kita fokuskan pada peran pemimpin yang keempat .Peran ini jika dijalankan punya dampak besar terhadap :
1. Meningkatnya mutu SDM yang kita pimpin
2. Sebagai akibat yang pertama maka akan meningkat pula mutu proses proses kerja SDM kita tersebut dalam unit – unit / bidang – bidang dimana mereka bertugas .
3. Jika itu terjadi akan memberi dampak pada semakin bermutunya kualitas keputusan keputusan yang kita ambil serta program program yang kita buat .
4. Tentu saja efek lanjutan dari itu semua kemudian berpengaruh pada besarnya dukungan yang dapat kita raih dari publik terhadap kita. Itu kemudian mewujud kedalam suara dan kursi yang bisa kira raih dalam pemilu nanti .

Logika berpikir seperti diatas jika saya gambarkan dalam sebuah skema menjadi seperti berikut :
pemimpin.gif

Ikhwah dan akhwat fillah.

Namun dari semua pihak yang harus diberdayakan dan dikembangkan oleh seorang pemimpin , maka memberdayakan dan mengembangkan pemimpin yang berada pada satu level dibawahnya , akan memberikan dampak yang lebih besar bagi organisai dakwah kita. Sebab kaidah yang berlaku didunia kepemimpinan adalah : Untuk menambah pertumbuhan , pimpinlah para pengikut , tetapi untuk melipatgandakan pertumbuhan pimpinlah para pemimpin

Ikhwah dan akhwat fillah cara bekerjanya kaidah ini adalah sebagai berikut : Pemimpin yang menegmbangkan pengikutnya secara langsung akan menumbuhkan organisasinya seorang demi seorang , akan tetapi pemimpin yang mengembangkan pemimpin lainnya – yang berada dalam tanggungjawabnya – akan melipatgandakan mereka , sebab untuk setiap pemimpin yang mereka kembangkan , mereka juga mendapatkan segalanya dari para pengikut pemimpin tersebut .

Secara skematis saya gambarkan seperti berikut ini :
PEMIMPIN YANG MENGEMBANGKAN PEMIMPIN
MELIPATGANDAKAN PERTUMBUHAN ORGANISASINYA

bagan_pimpin.gif

Dunia dimana organisasi dakwah kita ini bekerja terus beubah dari waktu ke waktu , maka kita pun secara personal mapun struktural  perlu terus menerus melakukan perubahan agar semakin bedaya dan berkinerja unggul .Walaupun sepenuhnya berbeda organisasi dakwah kita dengan organisasi bisnis , tetapi saya ingin mengutipkan pernyataan seorang praktisi bisnis , Jack Welch mantan presiden dan CEO General Electric : ” Jika tingkat perubahan diluar organisasi anda lebih cepat daripada tingkat perubahan didalam organisasi anda , ajal anda sudah didepan mata ”

Dan seorang pakar prilaku mengomentari pernyataan diatas dengan mengatakan : ”Prinsip ini juga berlaku bagi anda sebagai seorang manusia . Jika tidak senantiasa belajar dan membenahi keahlian anda , anda berada dalam bahaya terdepak dari peredaran ”

Nah bagaimana dengan kita ?  Bismillah mari kita mulai berbenah

USTAD aHMAD ARQOM

Saya tertarik menulis tema ini , setelah dalam bulan Januari ini saya membaca beberapa buku berikut : Tuhan Ingin Anda Kaya – Teologi Ilmu Ekonomi karya Paul Zane Pilzer  ; Re-Code karya Rheinald Kasali ,Ph.D ; Berwirausaha dari Nol karya Andreas Harefa ; dan 48 Hukum Kekuasaaan karya Robert Greene .

Gagasan “Kita Harus Semakin Ahli” saya sampaikan dalam halaqoh mingguan . Mulanya saya mengajak teman teman merenungkan firman Allah di surat 67 ayat : 15 berikut :

” Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”

Nah coba renungkan berapa jumlah rezeki yang bisa kita cari ? Berapa besarnya kekayaan yang dapat dieksplorasi bangsa ini dari perut bumi Indonsia ?. Sebelum teman teman di halaqoh menjawabnya , saya terlebih dahulu menjawabnya sendiri dengan meminjam statement Paul Zane Pilzer yang mengatakan :

Pertama : tidak ada batasan atas banyaknya barang atau jassa yang dapat dihasilkan oleh sesorang yang memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai hasil dari peningkatan spesialisasi .
Kedua  :Jumlah kekayaan masyarakat secara keseluruhan hanya dibatasi oleh jumlah orang yang tersedia untuk memperdagangkan produk keahlian mereka  . Masuk akal tidak ? Saya melanjutkan : ” Jika kita semua ber 7 adalah warga sebua desa X yang keahlian kita adalah menanam dan memanen singkong dengan biaya sediri seluruhnya , maka jumlah penghasilan kita seluruhnya adalah 7 x Rp. 750.000 = Rp. 5.250.000 ( uang sebesar Rp.750.000 ini meruapakan  pendapatan dari menanam dan memanem dan menjual singkong mentahan  ). Tetapi menjadi berbeda  jumlah pendapatan kita  ber 7 , manakala ada 1 orang diantara kita ber 7 yang mampu menyisihkan uang sebesar 250.000 dari Rp.750.000 penghasilannya , lalu digunakan untuk membeli mesin pengolah singkong , kemudian  membuat roti – donut  – kue dari singkong , , setelah itu menjualnya

Jadi jika kita semua para pekerja dakwah  menginginkan anugreah rezeki yang lebih banyak dari Allah  , yang disediakan – Nya di bumi ini, maka kita tidak boleh berkuallifikasi seperti kebanyakan masyarakat kita . Sedapat mungkin ita harus mendorong diri kita sendiri berubah menjadi seorang yang semakin ahli / semakin memiliki spesialisasi

TUNTUTAN PERUBAHAN

Perubahan menuntut adanya lima prasyarat  :
1.    Visi tentang arah masa depan (vision)
Ini menjelaskan kepada kita apa yang akan kita raih kedepan . Dalam konteks partai di Jatim visi itu adalah RENSTRA kita , dan dalam konteks kader ia adalah  akumulasi muwashofat kekaderan kita .

Ada hal yang menarik untuk saya tambahkan disini. Survey majalah SWA edisi Februari 2007 terhadap sejumlah perusahaan Indonesia yang melakukan perubahan  menjelaskan hala hal berikut ini :

a.    Perusahaan yang melakukan perubahan adalah perusahaan yang umumnya memiliki lebih dari 1000 karyawana
b.    Perusahaan yang melakukan perubahan adalah perusahaan yang umumnya memiliki aset lebih dari  1 trilyun
c.    Perusahaan yang melakukan perubahan adalah perusahaan yang umumnya memiliki omset lebih dari 1 trilyun
d.    Alasan perusahan perusahaan itu melakukan perubahan adalah
d.1.meningkatkan daya saing
d.2.merespon  permintaan pasar / masyarakat.
d.3.meningkatkan efisiensi

Nah mari ini kita jadikan pembanding buat kita . Bukankah kita adalah institusi yang memiliki lebih dari 1000 kader , aset yang bernilai lebih dari 1 trilyun ( andai satu kader kita , kita hargai 100 juta  , dan istitusi institusi kita , kita hargai juga 100 juta ) ;  dan bukankah kita butuh meningkatkan daya saing , perlu merespon tuntutan konstituen kita , sera perlu meningkatkan efisiensi kerja kolektif kita ?

2.    Keterampilan (skills) untuk mampu melakukan tuntutan-tuntutan baru. Keterampilan ini harus terus  ditumbuhkan ,dipelihara, dan dikembangkan

Secara kategoris  skill yang amat kita butuhkan  diantaranya adalah :
a.    Conceptual Skill
b.    Leadership Skill
c.    Managerial Skill
d.    Human Skill
e.    Practical Skill
f.    …….Skilll
Seluruh skill tersebut terasa amat mendesak untuk kita miliki karena obsesi politik kita  di 2009 nanti , amatlah mustahil kita raih kalau kita tampil dalam performa kolektif seperti yang sudah kita perlihatkan selama ini .

3.    Insentif yang memadai, baik langsung maupun tidak langsung, cash maupun non-cash, individual (berdasarkan kinerja perorangan) maupun kelompok-kelompok (berdasarkan kinerja kelompok/unit kerja)

Insentif / upah / gaji ……sesungguhnya  merupakan bentuk dan bukti pengakuan dan penghargaan kita atas kemajuan pencapaian visi kader maupun partai. Disini kemudian kita menjadi sadar sekali akan arti penting visi.

4.    Sumberdaya (resources) yang memudahkan ruang gerak dan pertumbuhan

Ini meliputi sumber daya manusia  – sumber daya alam – sumber daya modal – sumber daya konsep yang kita butuhkan untuk meraih / mewujudkan visi kita

5.    Rencana tindak (action plan). Rencana tindak adalah bukan sekedar rencana, melainkan sebuah rangkaian tindakan yang diintegrasikan dalam langkah-langkah yang spesifik dan terancam, tertulis dan dimengerti semua pelaku yang terlibat.

Sebuah Akronim Perubahan Bernama OCEAN
Sekarang mari kita lihat masing-masing unsur pembentukan sifat perubahan  :

OPENNESS TO EXPERIENCE
Keterbukaan pikiran, khususnya terhadap hal-hal baru, hal-hal yang dialami dan dilihat dengan mata sendiri.

CONSCIEN-TIOUSNESS
Keterbukaan hati dan telinga. Penuh kesadaran mendengarkan, baik yang terdengar, maupun yang tidak dirasakan.

EXTROVERSION
Keterbukaan diri terhadap orang lain, kebersamaan dan hubungan-hubungan.

AGREEABLENESS
Keterbukan terhadap kesepakatan (tidak mudah memilih konflik)

NEUROTICISM
Keterbukaan terhadap tekanan-tekanan.

Kelima komponen pembentukan kepribadian di atas, merupakan benih yang baik untuk melakukan perubahan.

Sukses

 

 

 
 

“MALAM PERTAMA”

 


  Apa kabar sahabatku… ??
  Lama nian kita tak jumpa dan tak bertegur sapa
  Saya yakin bukan karena kebencian diantara kita.
  Sayapun yakin bukan karena apa – apa…
  Tapi rutinitas kesibukan yang tlah menjebak kita
 
  Satu hal sebagai bahan renungan kita…Tuk merenungkan indahnya malam pertama
  Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata
  Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa
  Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Mauuut
  Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
 
  Hari itu…mempelai sangat dimanjakan
  Mandipun…harus dimandikan
  Seluruh badan kita terbuka….Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .
  Tak ada sedikitpun rasa malu…Seluruh badan digosok dan dibersihkan
  Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
  Bahkan lubang – lubang itupun ditutupi kapas putih…
  Itulah sosok kita….Itulah jasad kita waktu itu
  Setelah dimandikan.. ., Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
  Kain itu …jarang orang memakainya..Karena bermerk sangat terkenal bernama   Kafan Wewangian ditaburkan ke bajukita…
  Bagian kepala..,badan. .., dan kaki diikatkan
  Tataplah…. tataplah. ..itulah wajah kita
 
  Keranda pelaminan… langsung disiapkan
  Pengantin bersanding sendirian…
  Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
  Menuju istanakeabadian sebagai simbol asal usul kita
  Diiringi langkah gontai seluruh keluarga Serta rasaharu para handaitaulan
  Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus
  Akad nikahnya bacaan talkin…
  Berwalikan liang lahat..Saksi – saksinya nisan-nisan. .yang tlah tiba duluan
  Siraman airmawar..pengantar akhir kerinduan
  dan akhirnya…. .Tiba masa pengantin..
 
  Menunggu dan ditinggal sendirian…
  Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan
  Malam pertama bersama KEKASIH..
  Ditemani rayap – rayap dan cacing tanah
  Di kamar bertilamkan tanah..
  Dan ketika 7 langkah tlah pergi….Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat…
  Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur…
  Ataukah
  kita kan memperoleh Siksa Kubur…..
  Kita tak tahu…dan tak seorangpun yang tahu….
  Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan… .
  Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
  Kita sungkan sekali meneteskan air mata… Seolah barang berharga yang sangat   mahal…
  Dan Dia Kekasih itu..
  Menetapkanmu ke syurga.. Atau melemparkan dirimu keneraka..
  Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga…
  Tapi….tapi ….sudah pantaskah sikap kita selama ini…
  Untuk disebut sebagai ahli syurga ?????????
 
  Sahabat…mohon maaf…jika malam itu aku tak menemanimu
  Bukan aku tak setia…Bukan aku berkhianat..
  ..Tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan
  Tapi percayalah.. .aku pasti kan mendo’akanmu.
  ..Karena …aku sungguh menyayangimu. ..Rasa sayangku padamu lebih dari apa   yang kau duga
  Aku berdo’a…semoga kau jadi ahli syurga. Amien
 
  Sahabat….. , jika ini adalah bacaan terakhirmu
  Jikaini adalah renungan peringatan dari Kekasihmu Ambillah hikmahnya… .
  .Tapi jika ini adalah salahku…maafkan aku….Terlebih jika aku harus mendahuluimu.   …Ikhlaskan dan maafkan seluruh khilafku
  Yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu. ….kalau tulisan ini ada   manfaatnya.. ..
  Satu pintaku padamu…Tolong do’akan aku