Wahadii’s Weblog

jangan hanya melakukan apa yang kamu cintai, tapi cintai apa yang kamu lakukan.

Arsip untuk Agustus 30, 2008

Sukses

 

 

 
 

“MALAM PERTAMA”

 


  Apa kabar sahabatku… ??
  Lama nian kita tak jumpa dan tak bertegur sapa
  Saya yakin bukan karena kebencian diantara kita.
  Sayapun yakin bukan karena apa – apa…
  Tapi rutinitas kesibukan yang tlah menjebak kita
 
  Satu hal sebagai bahan renungan kita…Tuk merenungkan indahnya malam pertama
  Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata
  Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa
  Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Mauuut
  Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
 
  Hari itu…mempelai sangat dimanjakan
  Mandipun…harus dimandikan
  Seluruh badan kita terbuka….Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .
  Tak ada sedikitpun rasa malu…Seluruh badan digosok dan dibersihkan
  Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
  Bahkan lubang – lubang itupun ditutupi kapas putih…
  Itulah sosok kita….Itulah jasad kita waktu itu
  Setelah dimandikan.. ., Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
  Kain itu …jarang orang memakainya..Karena bermerk sangat terkenal bernama   Kafan Wewangian ditaburkan ke bajukita…
  Bagian kepala..,badan. .., dan kaki diikatkan
  Tataplah…. tataplah. ..itulah wajah kita
 
  Keranda pelaminan… langsung disiapkan
  Pengantin bersanding sendirian…
  Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
  Menuju istanakeabadian sebagai simbol asal usul kita
  Diiringi langkah gontai seluruh keluarga Serta rasaharu para handaitaulan
  Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus
  Akad nikahnya bacaan talkin…
  Berwalikan liang lahat..Saksi – saksinya nisan-nisan. .yang tlah tiba duluan
  Siraman airmawar..pengantar akhir kerinduan
  dan akhirnya…. .Tiba masa pengantin..
 
  Menunggu dan ditinggal sendirian…
  Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan
  Malam pertama bersama KEKASIH..
  Ditemani rayap – rayap dan cacing tanah
  Di kamar bertilamkan tanah..
  Dan ketika 7 langkah tlah pergi….Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat…
  Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur…
  Ataukah
  kita kan memperoleh Siksa Kubur…..
  Kita tak tahu…dan tak seorangpun yang tahu….
  Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan… .
  Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
  Kita sungkan sekali meneteskan air mata… Seolah barang berharga yang sangat   mahal…
  Dan Dia Kekasih itu..
  Menetapkanmu ke syurga.. Atau melemparkan dirimu keneraka..
  Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga…
  Tapi….tapi ….sudah pantaskah sikap kita selama ini…
  Untuk disebut sebagai ahli syurga ?????????
 
  Sahabat…mohon maaf…jika malam itu aku tak menemanimu
  Bukan aku tak setia…Bukan aku berkhianat..
  ..Tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan
  Tapi percayalah.. .aku pasti kan mendo’akanmu.
  ..Karena …aku sungguh menyayangimu. ..Rasa sayangku padamu lebih dari apa   yang kau duga
  Aku berdo’a…semoga kau jadi ahli syurga. Amien
 
  Sahabat….. , jika ini adalah bacaan terakhirmu
  Jikaini adalah renungan peringatan dari Kekasihmu Ambillah hikmahnya… .
  .Tapi jika ini adalah salahku…maafkan aku….Terlebih jika aku harus mendahuluimu.   …Ikhlaskan dan maafkan seluruh khilafku
  Yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu. ….kalau tulisan ini ada   manfaatnya.. ..
  Satu pintaku padamu…Tolong do’akan aku

 

PKS Bisa Raih 3 Besar di Pemilu 2009

PKS BISA RAIH 3 BESAR DI PEMILU 2009??????

 Judul diatas mungkin agak ekstrem diterima telinga parpol-parpol besar negeri ini. Namun, mau tidak mau, suka tidak suka PKS sudah menjelma menjadi Fenomena Unik di panggung politik Negeri 1001 masalah ini. Judul diatas adalah satu dari rangkuman diskusi di “apa kabar Indonesia” (21/07/08) antara Yudi Latief pengamat politik yang berdiskusi dengan bung irwan sudirman, grace Natalie (TV One) serta Muhammad Razikun Ketua Bappilu DPP PKS. Mengawali diskusi dengan sikap skeptis Yudi yang mengatakan tidak realistis dengan cita-cita 20 % PKS di pemilu 2009 kelak. Namun Yudi juga tidak menutup kemungkinan Partai yang berembrio dari PK ini punya Modal dasar yaitu; Kapitalisasi PKS di Berbagai Pilkada yang notabene-nya adalah lumbung suara partai besar. Jabar, Medan, Jabotabek, KalSel, NTT adalah bukti bagaimana kengerian ditebar PKS kepada partai-partai mapan. Yudi latief mengungkapkan kelebihan PKS yang sulit dapat disamai oleh Partai Lain adalah Jaringan PKS yang sangat kuat, karena PKS adalah Partai Kader. Apabila PKS mampu mengoptimalkan jaringan parpolnya yang sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia bahkan sampai tingkat kecamatan dan desa, maka bukan hal yang mustahil PKS mampu menyodok ke posisi 3 besar. Namun Yudi juga mengungkapkan kelemahan PKS sebagai parpol, PKS belum mempunyai sosok figur pemimpin Nasional, berbeda dengan parpol besar lain seperti Golkar dan PDI-P yang secara segi kepemimpinan lebih mempunyai stok pemimpin nasional. Namun Hal itu langsung dibantah oleh Razikun, yang mengatakan dalam setiap survey oleh Lembaga survey nasional, sebenarnya PKS telah melahirkan 1 kader yang selalu ada di 5 Besar Rating Pemimpin nasional yaitu DR. Hidayat Nur wahid. Namun secara kolektif PKS memang kalah dalam segi kepemimpinan dibanding 2 parpol besar diatas, hal ini selaras dengan hasil penelitian Kompas beberapa bulan lalu, yang menempatkan PKS di bawah Golkar dalam segi kepemimpinan nasional. Selain itu PKS juga kurang dapat mengakamodir para pemilih non islam. Razikun menambahkan hasil riset Kompas dan CSIS yang dilakukan 1 munggu yang lalu, PKS adalah satu-satunya parpol yang naik pemilihnya dikala SEMUA parpol turun tingkat pemilihnya. Dalam acara “Apa Kabar Indonesi malam” (18/07/08) J.Kristiadi (Dir. CSIS) dan Machfud Siddik mengungkapkan hasil penelitian CSIS yang menyimpulkan bahwa PKS adalah satu-satunya parpol yang mengalami peningkatan dari segi pemilih. Survei  CSIS mengenai “perilaku pemilih Indonesia 2008” juga terungkap bahwa loyalitas pemilih PKS sangat tinggi. Sebanyak 75,4 persen pemilih yang pada Pemilu 2004 lalu memilih PKS, menyatakan akan kembali memilih PKS pada Pemilu 2009, sedangkan loyalitas pemilih Partai Golkar sebesar 61 persen, diikuti PDIP sebesar 55,1 persen.
“Dukungan terhadap PPP dan PAN akan mengalami penurunan drastis dan banyak pendukungnya yang pindah ke PKS.

 Yudi memprediksi tidak ada parpol yang akan mencapai 25 % di pemilu 2009, oleh karena itu penting bagi parpol termasuk PKS untuk memikirkan koalisi, dan dalam koalisi satu hal juga harus diperhitungkan adalah paham kebangsaan yang dianut parpol, karena PKS adalah partai Islam maka PKS harus selalu membangun Paham Kebangsaannya. Hal ini mungkin telah dibaca oleh para pengurus parpol yang menambahkan kata profesional dalam slogan barunya itu, seperti yang disampaikan razikun, PKS telah melaunching platform yang dituangkan dalam buku wajib yang harus dibaca oleh seluruh kader yaitu “Membangun Indonesia Madani” Buku setebal 614 halaman itu adalah buku pengembangan wawasan kebangsaan kader terkait bagaimana Indonesia kedepan.

 Nilai positif lain diungkap oleh Yudi, PKS adalah parpol yang mengusung “Moral” sebagai inovasi parpol di Indonesia. PKS memang partai politik yang sampai saat ini belum tercium KPK terkait dengan korupsi anggota dewan, biarpun PKS sempat terimbas isu tak sedap kasus korupsi di tahun lalu yang menyangkut Fachri Hamzah, namun hal itu adalah pelajaran besar bagi partai, untuk menata diri. Hal ini ditegaskan oleh Yudi, ikon Moral yang dibawa mempunyai konsekuensi besar seluruh kader PKS. Kader PKS memang harus Bersih, karena jika ada indikasi 1 kader saja dari PKS yang terkena kasus korupsi misalnya, maka akan meruntuhkan seluruh bangunan Partai yang mengedapankan moral dan dakwah itu.

 Menanggapi hal itu Razikun mengungkapkan PKS adalah partai pelopor yang mengembalikan grativikasi  yang diterima kadernya di DPR RI ke KPK. 1 bulan yang lalu suswono Wakil Komisi II DPR RI mengembalikan Grativikasi kepada KPK, grativikasi itu merupakan akumulasi grativikasi yang diterimanya sejak 2007 sekitar 1,4 Milyar Rupiah. Kita mungkin juga masih ingat kasus di DPRD Surabaya, di saat semua anggota dewan menerima dana grativikasi dari pemprov, hanya 3 aleg DPRD Kota Surabaya yang lolos dalam kasus grativikasi itu, dan 3 aleg itu adalah aleg PKS.

 Di akhir diskusi disarankan oleh Yudi agar PKS menambah wilayah konstituen yang merupakan basis masa partai lain. Jawa timur adalah garapan empuk PKS, jika PKS memang Peka. Inilah momentum emas untuk menarik massa PKB, dikala PKB masih berkutat pada konflik internal maka PKS sebagai partai Islam harus mempunyai peran dan berusaha memperluas jaringan di wilayah yang merupakan basis massa PKB itu. Intinya kata Yudi sebagai penutup pembicaraannya ada stigma bahwa PKS adalah kepanjangan dari Partai Kurang Silaturahmi, Kalau Pingin menang di Jatim dan daerah lain maka harus banyak silaturahim.

 Berbagai survey baik dari Indo barometer, Kompas, CSIS, LSI dll telah menyiratkan betapa PKS sudah menjadi Kuda hitam yang akan membuat kejutan demi kejutan politik di negeri ini. Dan bukan hal mustahil jika kader PKS mampu bekerja keras, Partai berideologi Islam itu mampu menjungkalkan Golkar, PDI-P di Pemilu 2009. Pertanyaanya adalah apakah kader-kader PKS sudah siap menjadi pemenang Pemilu 2009? Hanya waktu yang bisa mejawab dan sejarah yang akan mencatatatnya!!

(Wahadi).